Laporan : Sandi.

Cianjur, metropuncaknews.com – Banyaknya para bakal calon (balon) yang memprotes/komplain, terkait adanya dugaan terjadi kejanggalan dan kecurangan oknum panitia. Akhirnya setelah melalui proses panjang, Pilkades Mekarsari Kecamatan Cikalong Kulon Cianjur Jawa Barat, diundur ke tahun 2022.

Salah seorang warga setempat Tomtom (40) menyatakan, Pilkades Mekarsari ditunda alias dibatalkan. Karena, ada kejanggalan dari salah satu calon nilainya ada yang dihilangkan 1 nilai. Dari panitia Pilkades, itu nilai tidak ditemukan oleh tim panitia Pilkades Desa Mekarsari.

“Nah, itu nilai dari yang tidak ditemukan nilai administratif, kepada semua bakal calon kades. Ada sekitar 10 balon, ya itu nilai administratif tidak diplenokan,” jelasnya, Rabu (22/01) kemarin.

Masih menurut Ketua DPK Apdesi Cikalong Kulon, salah satu bakal calon yang ada bocoran nilai dari administratif. itu nilainya ada 12 poin. Ketika sudah muncul nilai dari tes akademik dari Universitas Suryakencana (Unsur) kenapa menjadi berkurang 11 nilainya.

” Karena itulah salah satu calon menggugat Pilkades Mekarsari, untuk diundur semua. Nah itu para bakal calon yang lulus yang lima minta diundur dan panitia memutuskan hal yang sama,” jelasnya.

Sehingga polemik di Pilkades Mekarsi, pihak panitia, BPMP Kabupaten Cianjur, untuk memutuskan di Desa Mekarsari ikut Pilkades di tahun 2022.

“Nah, itu keterangan dari semua panitia, jadi diundur,” pungkasnya.

Terpisah, Dodo, salah satu bakal calon (Balon) juga incambent mengatakan, awalnya sampai menjadi kisruh itu Pilkades Mekarsari, ada kecurangan dari pemberkasan perhitungan, dari nilai panitia, lalu tidak transparan, penyelesaian digunakan pleno itu sebelum dibuka.

“Nah, oknum panitia tersebut sudah menyebarkan nilai, dan juga nilainya tidak diinformasikan atau juga dibagikan oleh para kepala balon kades. Kini sudah dilaporkan ke LBH Cianjur, jadi jangan dilaksanakan pemilihan kepala desa, untuk di tahun sekarang. Pasalnya, di Desa Mekarsari itu jadi ada kejanggalan dan kecurangan dari oknum panitia, artinya ada main belakang.

“Ya, ada dugaan suap gitu kang? kalau sudah naik di media tersebar biar dibaca sama PLT Bupati Cianjur dan jajaran pemangku kebijakan,” pungkasnya.

Di lain pihak, Ketua Panitia Pilkades Mekarsari, Jaja membenarkan hal tersebut. Jaja menegaskan, Pilkades Mekarsari ditunda sampai tahun 2022.

“Itu hasil keputusan musyawarah, mengenai pembahasan dan konsultasi ke beberapa ahli seperti halnya BPMPD Kabupaten Cianjur dan pihak terkait lainnya,” singkatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here