Pemuda Hijrah Cianjur (PHC) menjawab keinginan KSJ dengan memberikan bantuan pada KSJ

Liputan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Untuk kedua kalinya Pemuda Hijrah Cianjur (PHC) menyambangi Istana Komunitas Sehat Jiwa (KSJ) di Kampung Nagrak RT.  02 RW. 10 No. 40 Desa Nagrak Kecamatan Cianjur Kota, Kabupatem Cianjur, Minggu (22/7).

Kedatangannya kali ini, tak lain untuk memenuhi permintaan keluarga besar Istana KSJ yang sebelumnya menginginkan lemari pakaian, kulkas, blender dan kebutuhan lainnya.

Maka dengan kekompakan dan niat yang tulus, sehingga PHC tidak PHP (Pemberi Harapan Palsu). Alhasil berkat kebersamaan dan kepedulian PHC terhadap mereka, Alloh telah memberikan jalan dan kemudahan kepada sekumpulan pemuda tersebut untuk bisa memberikan apa yang KSJ harapkan.

” Pada saat kunjungan kami (PHC) beberapa waktu lalu, dari pihak istana KSJ mengatakan pada kami, ingin memiliki lemari, kulkas, blender dan kebutuhan lainnya (perabotan). Sepulangnya dari sana kami berembuk bagaimana bisa mewujudkan keinginannya tersebut, alhasil semua sepakat untuk menggali dana dan alhamdulillah dengan ijin Alloh bisa terwujud,” kata Mang Jimmy Jambrong.

ketua PHC Mang Acuy menambahkan, pihaknya akan berusaha membantu keluarga istana KSJ ini sebisa dan semampunya. Sehingga PHC tidak PHP.

“ Untuk kedepannya Insya Allah, kami akan mengurus BPJS mereka, karena kalau tidak dari sekarang dan bukan dari kita siapa lagi, mereka sangat butuh kita. Jadi saya mengajak kepada siapapun untuk lebih peduli dengan Skizofrenia,” tambahnya.

Sementara Ketua Istana KSJ, Nurhamid mengucapkan banyak terimakasih atas segala apa yang telah diberikan kepada KSJ.

Nurhamid menegaskan, dirinya sangat prihatin atas keberadaan KSJ. Keprihatinannya itu, diakui beberapa lembaga yang telah menyambangi Istana KSJ. Maka, dengan banyaknya yang datang ke Istana KSJ, Nurhamid merasa yakin akan bisa mengundang banyak simpati orang yang peduli dengan keadaan KSJ. Sehingga nantinya istana KSJ ini akan cepat besar, walaupun tanpa bantuan dari pemerintah.

“ Maka dari itu saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pemuda Hijrah Cianjur (PHC) khususnya dan umumnya pada lembaga-lembaga lainnya yang peduli dengan kami,” kata Nurhamid saat ditemui awak media.

Nurhamid juga mengatkan, anak yatim biasanya ada yang mengurus. Sementara orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), statusnya lebih dari anak yatim. Namun kenapa orang tidak mau mengurusnya? Bisa jadi karena jijik (kotor,jorok) dan takut. Sehingga mereka dibiarkan terlantar.

Dalam Alquran, kata penasehat dan pembina PHC H. Rahman S.N, sudah dijelaskan, sebagai orang sehat harus peduli dengan Skizofrenia.  Sebagai umat muslim yang normal (sehat jiwa dan raga), kita diwajibkan untuk lebih peduli dan mengurus Skizofrenia, apapun dan bagaimanapun caranya. “ Karena mereka juga sama makhluk ciptaan Allah SWT yang dimuliakan. Hanya saja mereka memang berbeda dengan kita, jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here