Penyuluhan pertanian diberikan petugas PPL pada petani Tunas Harapan di aula Madrasah Nurul Ikhsan Kampung Cidamar Rt. 03/08 Desa Bobojong, Mande, Cianjur

Laporan : Andri

Cianjur,  metropuncaknews.com – Petani yang tergabung dalam Petani Tunas Harapan, mendapat penyuluhan dari petugas Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Mande. Penyuluhan terhadap para petani itu, dilaksanakan di Madrasah Nurul Ikhsan Kampung Cidamar Rt. 03/08 Desa Bobojong, Mande, Cianjur, Minggu (3/2).

Dalam penyuluhan tersebut Ketua PPL Kecamatan Mande, Rahmat Hidayat, S.P mengatakan, para petani hendaknya segera melaporkan jika ada sesuatu yang menghambat pertaniannya. Seperti Wereng Batang Coklat (WBC) atau jenis penyakit hama lainnya.

Lebih lanjut Rahmat mengatakan, tidak hanya padi saja, tetapi jagung pun akan dibantu pemasarannya. Adapun jenis jagung yang mudah di pasarkan iyalah Jagung Hibrida yang kebetulan di wilayah Mande ini, terdapat satu pabrik yang bahan bakunya menggunakan jagung jenis hibrida. “ Maka dari itu saya mengajak para petani menanam jagung hibrida, jika petani mau beralih menanam jagung,” katanya.

Pada awak media Rahmat mengatakan, penyuluhan yang dilakukan pihaknya itu,  adalah kegiatan rutin. “ Tidak hanya kepada kelompok tani disini saja, karena saya bertugas di tiga desa di daerah Mande ini, yaitu Desa Bobojong, Kademangan dan Jamali,” jelas Rahmat.

Selanjutnya Rahmat juga mengatakan, untuk menghindari kecurangan di lapangan mengenai pupuk bersupsidi, Dinas Pertanian telah meluncurkan kartu tani sebanyak 2800 (dua ribu delapan ratus) keping kartu tani. Namun untuk sementara ini masih belum bisa di gunakan.  Karena masih akan bertambah jumlah penerima kartu tani itu sendiri dan untuk saat ini masih dalam tahap pendataan.

Menurut keterangan, pada awalnya kartu tani itu akan bisa digunakan pada akhir Januari. Namun ternyata masih banyak jumlah anggota tani yang belum didata. “ Maka nanti kalau sudah penginfutan para petani, maka kartu itu akan segera kami injek, kalau sudah kami injek selanjutnya kartu itu bisa digunakan oleh para petani,” terangnya.

Rahmat menegaskan, para petani tidak akan kesulitan menggunakan kartu itu. Karena toko-toko sudah banyak yang ditunjuk untuk bekerja sama. Salah satunya Toko Bunda Tani yang ada di Kp Cibogo dekat kantor Desa Bobojong. “ Sedangkan cara penggunaan kartu itu sendiri akan segera kami sosialisasikan kembali kalau penginfutan sudah selesai,” aku Rahmat.

Menurut Rahmat, pertanian di daerah Mande untuk saat ini terbilang tidak ada kendala apapun.  Artinya aman-aman saja, Kalau pun ada paling hanya serangan penyakit dan hama yang masih bisa diatasi.

“ Maka saya imbau pada para petani kalau melihat spot penyakit sekecil apapun secepatnya melaporkan kepada kami agar hasil pertanian mereka tetap aman dan melimpah,” tuturnya.

Sementara Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan, Sutiadi mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan penyuluhan rutin yang dilakukan PPL Kec.Mande. Hingga hasil taninya, setiap musimnya bertambah dan tidak merugi.

Untuk jumlah kelompok Tani Tunas Harapan ini, sekarang berjumlah 50 orang.Ke depannya, lanjut Sutiadi, jumalah anggotanya akan bertambah. Apalagi, dengan adanya program-program yang digagaspihal PPL yang selalu memberikan program untuk membantu para  petani. Salah satunya program tumpang sari.

“ Jadi dalam satu musim kita akan menanam dua tanaman sekaligus. dan rencana kedepan Pa Rahmat juga akan memberikan bantuan berupa benih padi di tahun 2019 ini dan mudah-mudahan akan segera direalisasikan, untuk bantuan saat ini alhamdulilah kami sudah mendapatkan traktor dan akan ada kedepannya bantuan-bantuan lainnya seperti yang dijelaskan tadi sama PPL,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here