Kapolsek Cireunghas Iptu Pol Ujang Taan

Laporan : Dadan Nahili

Sukabumi, metropuncaknews.com – Warga yang memiliki kolam ikan dan petani ikan di Kecamatan Cireunghas dan Sukalarang Kabupaten Sukabumi, sangat mengharapkan pihak-pihak yang berwenang dalam menangani Galian C (Galian Pasir) di Kabupaten Sukabumi, segera turun tangan untuk menanggapi dan menyelesaikan masalah keluhan warga dan petani ikan yang berada disekitar galian pasir di Kecamatan Sukalarang dan Cireunghas.

Karena jika dibiarkan berlanjut tanpa ada kejelasan yang pasti, dikhawatirkan limbah galian akan mencemari lingkungan. Pasalnya, ada beberapa pengusaha galian pasir yang “nakal”. Mereka ini diduga kuat membuang limbah galian ke Sungai Cikupa. Padahal, sungai tersebut banyak digunakan warga sekitar untuk mengairi sawah dan kolam ikan.

Karuan saja, limbah tersebut jadi masalah bagi warga sekitar. Terutama bagi petani ikan dan warga yang menanam ikan di kolam. Karena ikan yang ditanamnya banyak yang mati. Petani ikan pun merugi hingga jutaan rupiah.

Keluhan warga dan petani ikan tersebut, mendapat respon dari Kapolsek Cireunghas Iptu Ujang Taan. Kapolsek Cireunghas segera turun ke lapangan untuk melakukan cek and recek begitu mendengar keluhan warga dan petani ikan.

Beberapa perusahaan galian pasir di Cimangkok disambangi Kapolsek. Namun tak mendapat hasil yang memuaskan. Karena setiap perusahaan galian yang dihubungi Kapolsek mengaku tak membuang limbah ke Sungai Cikupa. Para pengusaha galian pasir yang dihubungi Kapolsek terkesan saling tuding. Tak ada satu peruhaan galian pun yang mengaku membuang limbah galian pasir ke sungai.

Sementara, salah seoranng petani ikan Udoh alias Sumarna warga setempat sangat mengharapkan kedatangan pihak perusahaan galian pasir untuk melakukan musywarah dengan warga dan para petani ikan. “ Sebab kalau tak ada penyelesaiannya, kami (petani ikan) dan warga sekira galian pasir akan terkena dampaknya, karena sekarang saja sudah banyak petani ikan yang merugi,” ujar Udoh dengan nada kesal.

Kiranya, keluhan para petani ikan dan warga tersebut, perlu mendapat perhatian dari Pemkab Sukabumi. Karena jika dibiarkan berlanjut, bisa jadi preseden buruk bagi pemerintahan setempat dan Pemkab Sukabumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here