Laporan : Dan Nahili

Sukabumi, metropuncaknews.com – Beberapa orang petani ikan yang berada di sekitar galian C (galian pasir) Cimangkok Kec Cireunghas, mengeluh. Pasalnya, kolam ikan milik warga sekitar diduga terkontamonasi limbah galian pasir. Akibatnya, ikan yang ditanam para petani mati, sehingga petani ikan merugi jutaan rupiah.

Salah seorang petani ikan yang sempat dihubungi, Sumarna alias Udoh pemilik kolam ikan Gurame di Kampung Bandang RT 02/01 Desa Cikurutug  Kec. Cirenghas Kab. Sukabumi, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Diduga kuat, kolam ikan miliknya keracunan limbah galian pasir Cimangkok, Sabtu (02/01).

Kepada wartawan, Udoh mengatakan, ikan yang mati sebanyak kurang lebih 500 kilo gram. Ikan yang mati kalau ada mau beli harganya murah sekali.

” Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, ikan-ikan pada mati. Penyebabnya diduga dari limbah galian pasir yang dialirkan ke sungai,” ucap Udoh, saat ditemui di kolam ikan miliknya, Sabtu (02/01).

Udoh menegaskan, jika hal ini terus dibiarkan, para petani ikan akan terus merugi. Selain itu juga bagaimana dengan kesehatan masyarakat lainnya yang memanfaatkan aliran sungai tersebut.

” Ya, intinya pihak galian harus bisa bertanggung jawab atas kejadian tersebut, karena sudah jelas-jelas merugikan para petani ikan. Dan saya tetap akan meminta ganti rugi kepada pihak perusahaan atas kejadian ini,” ujar Udoh.

Sementara itu saat ditemui wartawan, pihak perusahaan malah saling tuding. Sehingga penyelesaian masalah kwintalan ikan Gurame yang mati milik Udoh belum ditemukan titik terangnya.

Warga berharap, pihak berwenang atau dinas instansi terkait segera turun tangan. Agar kejadian yang merugikan masyarakat dapat segera ditangani sedini mungkin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here