Produksi gula aren semut, pengejaannya dilakukan secara sederhana

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Para petani gula aren gandu di Kampung Tegalbungur RT 05/08 Desa Wanasari, Kecamatan Naringgul Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, beralih ke produksi gula aren semut. Pasalnya keterbatasan modal, hampir menyurutkan usaha para pengusaha gula aren tersebut. Karena itu, untuk mempertahankan usahanya, petani gula aren beralih ke produksi gula semut.

Padahal, gula aren dari Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, hasil produksinya sudah tidak diragukan lagi. Mulai dari rasa manis dan keasliannya banyak digemari konsumen.

Namun, baru-baru ini petani gula aren gandu, banyak yang beralih produksi ke gula aren semut. Satu diantaranya Kang Adeng (43) yang sudah beralih ke produksi gula aren semut.

Ada pun alasan yang utarakannya, peralatan yang ia miliki kurang memadai. Begitu juga dengan modalnya yang sudah menipis. Sehingga hanya bisa memperoduksi seadanya saja, sementara pesanan gula dari luar kabupaten sangat banyak.

” Harga gula aren gandu perkilonya sekarang hanya dikisaran Rp. 10.000,-/Kg, tetapi kalau memperoduksi gula semut, harganya lumayan tingi bisa mencapai Rp.  16.000/Kg,” kata Kang Adeng.

Karena peralataan yang terbatas, jadi hanya mengunakan alat manual saja. Sehingga pendapatanya pun tidak maksimal, dalam sehari kurang lebih 1 (satu) kwintal saja. “ Selain itu keterbatasan modal juga sangat memengaruhi,” kata Adeng saat ditemui dirumahnya, Selasa (7/8).

Diakui Adeng, untuk modal awal, ia dapatkan dari pinjamannya ke Bank BRI. Namun jumlahnya tidak besar, aku dia.

Masih dikatakan Adeng, karena melihat banyak pengangguran di wilayahnya, sebanyak 20 orang dipekerjaankan. Untuk penghasilan, dan pembayaran upah pekerjanya, dibayar berdasarkan jumlah gula yang diproduksinya.

Adeng berharap, pemerintah baik daerah maupun pusat, melalui dinas terkait, bisa membantu pihaknya memfasilitasi alat-alat produksi dan penambahan modal untuk para petani yang memperoduksi gula aren semut.

Sutarman (35), salah seorang pekerja (karyawan) menambahkan, ia  bekerja di kang Adeng, sudah hampir empat bulan memproduksi gula semut. Itupun dengan alat-alat produksi alakadarnya (alat manual). Mulai dari penyaringan, ulekan dan gayung plastik. Semua peralatannya, benar-benar sangat sederhana.

“ Mudah-mudahan untuk kedepannya ada bantuan modal usaha untuk para petani gula aren, supaya produksi gulanya bisa memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya penuh harap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here