Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Informasi soal bantuan benih padi  kepada para petani, khususnya petani sudah tergabung dalam kelompok tani di Kabupaten Cianjur diberikan bocoran oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Rabu (21/11).

Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur menyebutkan, bantuan benih padi yang dikucurkan, baik itu dari pemerintah pusat maupun provinsi itu disesuaikan tergantung kebijakan. Seperti halnya tahun 2018 saat ini ada sekitar tujuh kegiatan di lahan sawah dan kering, tersebar di 32 kecamatan.

Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanam Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Henny Iriani mengatakan,  bantuan dikucurkan atau diberikan itu disesuaikan. Artinya tidak menentu, kadang satu tahun ada yang satu kali dan dua kali.

” Ya, jelasnya sesuai kebutuhan atau tergantung kebijakan karena  setiap tahun itu berbeda-beda. Jadi para petani harus mengetahui informasi tersebut,” katanya kepada awak media.

Bantuan benih padi diberikan berbagai macam jenis dan tergantung kebutuhan, jangan salah artikan. Sehingga jangan sampai menjadi polemik. Misalnya, tahun 2018 saat ini ada bantuan yang diberikan untuk lahan sawah sekitar 10.701 hektar, dan lahan kering sekitar 600 hektar.

” Nah, total bantuan lahan kering dan sawah sekitar 282.525 ton benih,” tuturnya.

Sementara sebelumnya, Bambang (52) salah satu ketua kelompok tani warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur berharap, ada bantuan benih padi lagi dari Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur melalui dinas terkait. Karena kelompok tani disini ada juga yang  tidak menerima bantuan tahun ini.

” Kalau soal harga benih padi, tergantung jenis benihnya dan harganya macam-macam, dari mulai harga Rp50 ribu hingga Rp 60 ribu ada. Seperti diantaranya varietas benih padi yang direkomendasikan untuk ditanam ini, antara lain Ciherang, Hidrida Mekongga, Situ Bagendit, dan beberapa seri varietas Inpari dan lainnya,” katanya diamini, Ii (50) petani lainnya warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Para petani menyebutkan, banyak yang bilang benih jenis hibrida pada musim tanam saat ini. Karena jenis benih padi hidrida rawan penyakit. Bisa juga akibat kondisi suhu dan kelembaban udara tinggi. Kalau soal bantuan itu tergantung luas garapan, satu kantung sekitar lima kilogram.

Ditemui terpisah, salah satu kelompok tani warga Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Yusup memaparkan, rata-rata kalau setengah hektar itu 5000 meter jadinya. Sekitar tiga kali panen per tiga bulan sekali, kalau bantuan sekitar enam kintal tinggal dibagi rata saja.

“Artinya kalau diratakan bantuan satu kelompok tani hanya satu kwintal, anggotanya mayoritas sekitar 10 orang. Ya, kami berharap kalau keinginan ada bantuan benih lagi, jadi bisa meringankan biaya juga. Meskipun itu juga bantuan sebetulnya masih kurang,” ujarnya.

Dinas Pertanian berharap kepada para petani yang masih belum tergabung dalam kelompok tani, harap segera bergabung. Sehingga tidak ketinggalan informasi. Jadi jangan sampai ada yang salah persepsi atau dengan kata lain kesalahan dalam persepsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here