Laporan : Dadan Nahili

Sukabumi, metropuncaknews.com – Petani bunga potong di Kampung Kabandungan RT. 02/07 Tegalhuni – Pasirhalang Desa Langensari Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi, mengeluh. Pasalnya, usahanya hampir gulung tikar terdampak pandemi Covid-19.

Salah seorang pengurus Kelompok Tani  Bunga Potong, Endan mengatakan, kelompok Tani Tunas Bunga, merugi hingga ratusan juta rupiah. Hal itu terjadi sejak dunia dilanda pandemi Covid 19.

” Adanya pandemi Covid-19 ini, jelas berdampak pada perekonomian masyarakat, negara bahkan dunia. Mungkin kami ini adalah sebagian kecil dari dirasakan para pengusaha yang terdampak Covid-19,” ujar Endan, Sabtu (02/05).

Lanjutnya, bagaimana tidak merugi, petani bunga potong menanam bunga diatas tanah seluas 5 hektar. Diperkirakan akan ramai panen di bulan Ramadhan hingga puncaknya nanti lebaran. Namun, melihat situasi dan kondisi seperti sekarang ini banyak para petani yang terdampak pandemi Covid-19.  Hingga usaha para petani bunga potong itu, jelas diambang kehancuran.

” Karena terdampak pandemi Copid 19, jelas kami mengeluhkan dengan lumpuhnya pemasaran bunga potong di sentral bunga Pasar Rawabelong Jakarta Barat. Dengan kondisi seperti itu, para petani bunga potong merugi sampai ratusan juta rupiah,” paparnya.

Petani bunga potong lainnya Yandi menambahkan, yang jadi pemikiran pihaknya, adalah bagaimana kelangsung usahanya. Meski diakuainya, bukan petani bunga potong saja yang terdampak Covid 19, tapi semua usaha juga terdampak merasakan dampak dari  pandemi covid-19. Yandi menyebutkan, kalau usahanya lumpuh bagaimana keluarga bisa makan.

” Untuk solusi memang sudah ada yang memberi masukan, tapi sampai saat ini belum ada solusi yang tepat buat kami,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here