Dari hasil print buku tabungan penerima PKH yang sudah diberhentikan, ternyata masih ada transaksi

Laporan : Agus

Cianjur, metropuncaknews.com – Tanya berkecamuk dipikiran  Jua (42) warga Bobodolan RT 02/05 Desa Ramasari Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur. Pasalnya, sejak 2017 akhir, Jua diberhentikan menjadi peserta penerima PKH. Karena terlambat memberikan surat keterangan pernyataan sekolah anaknya.

Saat ditemui dirumahnya, Kamis (24/1) kemarin, Jua mengatakan, tahun sebelumnya ia masih mendapatkan Bantuan Peserta Keluarga Harapan (PKH). Tapi saat pihaknya diminta untuk melengkapi surat surat, ada keterlambatan. Yaitu surat keterangan dari sekolah anaknya.

Karena itu, kata ketua kelompok dirinya sudah tidak mendapatkan lagi bantuan PKH, aku Jua. Karena sudah tidak menjadi peserta penerima PKH lagi.

Namun disaat absensi pembagian, kata Jua, namanya masih suka dipanggil. Maka timbul rasa penasaran dihati Jua. Hingga Jua mendatangi BRI untuk minta print buka tabungannya.

Setelah di print, ada kejanggalan. Karena hasil print buku tabungan Jua, ada transaksi pengiriman dan penarikan pada tanggal tgl 24 Nop 2018 dengan nilai nominal sebesar Rp. 2.000.000.

“ Saya menjadi tambah bingung, sedangkan sejak tahun 2017, katanya saya sudah diberhentikan sebagai penerima PKH,  tapi kenapa di buku tabungan saya masih ada transaksi,” kata Jua dengan penuh rasa kebingungan dan emosi.

Jua menambahkan, buku tabungan dan ATM masih ada ditangannya. Walau dia sudah diberhentikan, namun masih disimpannya dengan baik. Hanya Pin (sandi) ATM nya, Jua mengaku hingga saat ini tidak pernah tahu. Karena tidak pernah diberitahu oleh pendamping. Karena saat akan melakukan pencairan, ATM selalu dikumpulkan.

“ kami nanti tinggal langsung mengambil uangnya di ketua kelompok, yang pasti kejadian ini sangat membuat saya semakin tidak mengerti,” ucapnya dengan nada kesal.

Sementara Bangbang Joko Firmanto Pendamping PKH untuk Desa Ramasari, saat ditemui dirumahnya Jumat (25/1) mengatakan, betul untuk atas nama Jua sejak 2017 akhir sudah tidak menjadi peserta Penerima Keluarga Harapan(PKH) lagi. Karena sudah tidak memiliki tanggungan anak yang masih sekolah atau sudah tidak memiliki persyaratan yang masuk dikriteria penerima bantuan PKH.

Sedangkan masalah nomor Pin ATM, diakui Joko tidak memberitahukannya pada penerima PKH. Alasanya, karena tidak ada yang meminta. “ Kalau urusan dengan adanya transaksi saya sendiri malah bingung, ko masih bisa ada transaksi, untuk masalah ini mungkin nanti saya akan menanyakannya ke kordinator cabang,” kata Joko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here