Laporan : Sam Apip/Iryanto/Agus

Cianjur, metropuncaknews.com – Perhiasan emas seberat 50 gr milik Nenek Oja Patimah (90) Warga Kp Babakan Jati RT. 01/09 Desa Kertamukti Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, raib digondol seorang penipu, Senin (5/10) sekitar pukul 14.30 WIB.

Nenek Oja Patimah yang kondisinya setengah pikun, sekarang hanya bisa nangis dan kadang menanyakan kapan Nenek dibagi duitnya seperti orang lain.

Nenek Oja Patimah menjelaskan, mulanya seorang pelaku penipu datang kerumah Nenek Oja Patimah. Ia mengaku sebagai tim pendata jompo dan keluarga miskin yang nantinya akan mendapat bantuan dana dari pemerintah. Selang beberapa menit kemudian Nenek Oja Patimah disuruh melucuti seluruh perhiasan emasnya yang sedang dipakai dan simpan di tempat yang aman.

Alasannya, karena petugas dari kecamatan akan datang sekarang kerumah Nenek. Jadi kalau Nenek pakai perhiasan maka akan dicoret sebab dianggap orang mampu. Tanpa berpikir panjang Nenek Oja langsung melucuti.seluruh perhiasnnya dibantu pihak pelaku dan disimpan di kamar tidurnya.

Tak lama pelaku ikut sholat duhur di rumah Nenek, namun shalatnya tidak jadi karena Cucunya mengurus Nenek Oja. Keburu datang dan pelaku tergesa akan pulang. Namun Nenek Oja langsung melihat perhiasan yang disimpan tadi, ternyata sudah tidak ada di tempat.

Karuan saja nenek Oja langsung kaget, cucunya yang baru datang langsung mencarinya bersama Nenek Oja, tak tanggung pelaku pun ikut aktif menci perhiasan yang disimpan Nenek Oja.

Seluruh orang yang ada di dalam rumah langsung langsung panik, hingga tas pelaku digeledahnya. Namun sayang perhiasan Seberat kurang lebih 50 gr tidak ditemukannya.

Malan pelaku menyuruhnya mencari orang pintar supaya ditanyakan bahwa perhiasan diambil siapa sambil memberi uang pada cucunya senilai Rp. 100 ribu. Ketika cucunya pergi menuju rumah orang pintar, pelaku pamit akan menemui dulu orang di Kantor Kecamatan dengan naik ojek.

Ternyata pelaku bukan ke Kantor Kecamatan melainkan turun di pertigaan jalan raya, karena tas kecil ketinggalan di rumah Nenek Oja, dengan menyuruh Ojek mengambilnya. Tukang Ojek sesampainya di rumah Nenek Oje tidak menemukan kantong kecil apapun.

Setelah ramai warga yang datang ke tempat kejadian, tukang ojek penasaran langsung balik lagi. Namun sayang di pertigaan jalan raya penipu tersebut sudah ditak ada ditempat. Tak tahu kemana perginya,  kata tukang ojeg.  

Sementara itu, Ketua RT 01/09, juga selaku Cucu korban, Maskun (45) menambahkan, pelaku datang ke rumah Nenek Oja Patimah itu yang kedua kalinya. Pertamanya satu bulan yang lalu dengan alasan sebagai seorang tim pendata orang jompo dan orang miskin.

Namun ketika itu pihaknya menyuruh Ketua RT untuk mengumpulkan Foto Cofy KK dan KTP orang jompo dan Orang miskin dan jangan diberikan pada pihak desa langsung saja serahkan padanya.

Namun pelaku melakukan pendataanya selalu menunggu di rumah Nenek Oja dengan alasan Nenek Oja harus diperjuangkan dengan prioritas utama supaya mendapat bantuan paling awal dan nilai bantuannya supaya besar.

Nyatanya Nenek Oja yang menjadi korban. Mungkin Nenek Oja diincar pelaku sudah lama, karena memakai perhiasan Emas, Kalung, gelang, Cincin dan kerabu dengan berat kurang lebih 50 grm.

“ Nenek Oja sekarang hanya bisa menangis, nanyakan perhiasnya dan kapan dibagi uangnya,” ucap Maskun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here