Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Beberapa hari yang lalu telah telah terjadi pergeseran tanah. Pergeseran tanah tersebut terjadi kurang lebih sepanjang 100 meter dengan retakan 7-3 Cm. Hal itu terjadi di Kampung Cibuntu RT 01 /10 Desa Cihea Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Karuan saja kejadian tersebut membuat warga waswas, riskan dan trauma. Sebab pada 10 tahun yang lalu di Kampung Cibuntu pernah terjadi hal yang sama. Namun saat itu pergeseran tanahnya cukup jauh dan retakannya cukup lebar. Karena itu, banyak warga yang dievakuasi ke tempat yang dianggap aman.

Ketua Retana Kecamatan Haurwangi juga selaku tokoh pemuda Desa Cihea  Nasru Al Fariz (38) mengatakan, memang benar beberapa hari yang lalu setelah wilayah Haurwangi diguyur hujan, banyak warga yang melapor ke Kantor Desa Cihea.

Warga melaporkan, kalau di Kampung Cibuntu, Desa Cihea telah terjadi pergeseran tanah. Setelah dilihat ke lokasi kejadian, ternyata benar adanya. Di lokasi tersebut ada pergeseran tanah dengan panjang kurang lebih 100 meter dan retakan kurang lebih selebar  3-7 Cm.

Melihat kejadian tersebut, Retana Haurwangi langsung melaporkannya pada pihak Kecamatan Haurwangi dan BPBD Kabupaten Cianjur. “ Selang 2 jam kemudian,  pihak BPDB Kab. Cianjur langsung datang mengonrol situasi dan kondisi pergeseran tanah, Ucap Farid pada awak media, Minggu (26/6/2021).

Sementara itu, Kepala Desa Cihea Ade Supriatna (63) mengatakan, memang benar di Kampung Cibuntu RW 10 telah terjadi pergeseran tanah. Tapi tak sedahsyat pergeseran tanah pada 10 tahun yang lalu. Karena di Kampung tersebut 10 tahun yang silam pernah terjadi pergeseran tanah yang cukup panjang dan retakan pergeseran tanahnya mencapai 1-2 Meter.

Untuk menjaga hal-hal yang tak dinginkan, saat itu banyak warga yang dievakuasi ke tempat yang dianggap aman. Untuk pergeseran tanah kali ini menurut pihak BPDB Kabupaten Cianjur, itu masih bisa diatasi dan warga setempat jangan panik dan jangan dulu dievakuasi.

“ Lebih baik sumbatan aliran selokan dan paritnya dibersihkan, supaya jangan ada arus air selokan tersumbat apalagi disaat turun hujan. Biarpun seperti itu tetap saja seluruh warga Kampung Cibuntu harus waspada khususnya disaat hujan turun lebat,” ujar salah seorang petugas BPPD Kab. Cianjur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here