Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Cerita kemiskinan memang tak kunjung usai. Padahal banyak program pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi dan daerah yang digelontorkan untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi warga miskin.

Entah dimana letak kesalahannya. Padahal pengajuan demi pengajuan sudah disampaikan pada pihak terkait melalui perorangan ataupun lembaga.

Tidak hanya sampai disitu saja, banyaknya program bantuan sosial (Bansos) yang digelontorkan pemerintah ditengah pandemi covid-19 ini. Namun, masih banyak ditemukan warga yang tidak mampu tapi belum tersentuh bantuan sama sekali.

Satu diantara sekian banyak warga miskin, adalah Mak Amisah (64), warga Kampung Pamoyanan RT 02/02 Desa Neglasari Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur.

Perempuan tua itu, hidup sebatangkara tinggal di Rumah Tidak Layak Huni. Mirisnya lagi, hingga saat ini dirinya masih belum tersentuh program bantuan dari pemerintah.

” Lansia ini hidup sebatangkara, makan pun dari pemberian tetangga,” ungkap Darus tokoh pemuda Desa Neglasari, anggota organisasi Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) kepada wartawan, Jumat (09/04/2021).

Darus meminta pada pihak pemerintah, untuk segera membantu lansia tersebut. Karena Mak Aminah selain tinggal di rumah tidak layak, kondisinya sudah sering sakit sakitan.

” Sebagai tokoh pemuda Desa Neglasari, saya merasa prihatin sekali, karena Mak Amisah ini sangat butuh perhatian khusus dari pemerintah,” ungkapnya.

Kepada Darus Mak Amisah mengaku, pernah mandapatkan bantuan dana BLT DD tahap 1 dari pemerintah Desa Neglasari. ” Tapi setelah itu tidak pernah mendapatkan lagi,” katanya.

Terpisah, Kepala Desa Neglasari Asep Juanda saat di konfirmasi melalui pesan tertulis sambungan whatsapp mengatakan, rumah Ema Amisah sudah diajukan.

” Ketika pengajuan masuk kepada kami, itu langsung kita ajukan,” Ujar Asep Juanda, Sabtu (10/4/2021), sekira pukul 11.10 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here