Andi terus melakukan kampanye soal sampah

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Seakan tak kenal lelah, Andi “Limbah” Kalpataru Cianjur, terus mengkampanyekan pemanfaatan sampah. Selain dilingkungan masyarakat kini Andi masuk ke lingkungan pendidikan.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, beberapa sekolah sudah didatanginya untuk mengkampanyekan pemanfaatan sampah. Dalam penyuluhannya, Andi mempresentasikan cara memanfaatkan (mengolah) berbagai jenis sampah (limbah) domestik.

Selain itu, Andi juga mempratekkan  bagaimana sampah yang belum memiliki nilai jual menjadi sebuah karya yang bisa memiliki nilai jual. Seperti berbagai stereofoam yang tak terpakai, sampah plastik, bekas potongan-potongan kain dan lain sebagainya yang  telah masif mencemari lingkungan, sungai hingga lautan. “ Padahal, limbah atau sampah itu bisa dijadikan sebuah karya seni yang bisa jadi uang,” kata Andi saat ditemui dikediamannya, Minggu (25/11)

Alasan kenapa mempresentasikan di lembaga pendidikan, yaitu untuk menjalankan sistem menabung di Bank Sampah yang diadakan oleh pihak sekolah. Hal tersebut diharapkan tidak seperti bandar rongsokan. “ Tetapi menabung dan menjual ke Bank Sampah dengan hasil karya kreasi para siswa-siswi berupa sebuah produk yang  bernilai seni dan ekonomi,” jelasnya.

Andi juga menjelaskan dan membuktikan, bahwa media sampah tidak kalah dengan media-media lainnya. Mungkin tidak semua orang tahu, bahwa sampah bisa berguna  dan menjadi media imajinasi, inovasi, kreasi, seni, komedi, ekonomi dan juga bisa menjadi jembatan untuk berprestasi.

“ Seperti yang sudah saya buktikan, saat ini saya sudah mendapat berbagai penghargaan dari berbagai lembaga formal, informal tingkat daerah dan nasional, bahkan pernah juga dipanggil ke Istana Presiden,” jelasnya.

Diusianya yang ke 41 tahun, Andi tetap eksis bergelut dengan sampah. Karena dipikirnya sampah bisa menjadikan media usaha, dan terbukti dengan ketekunannya menggeluti dunia sampah (limbah), ia bisa mengkuliahkan anaknya.

Satu sudah lulus FE Universitas Indonesia (UI) dan kini telah bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), satu masih kuliah di salah satu universitas di Cianjur dan terakhir masih sekolah.

Andi berharap, semoga pemerintah daerah Cianjur tidak menutup mata terhadap inovasi-inovasi sampah yang pihaknya sedang kembangkan. “ Karena telah terbukti manfaatnya bagi masyarakat kalangan menengah ke atas, dan berkali-kali membawa nama baik Cianjur,” kilahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here