Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Mahalnya harga kedelai, membuat para pengusaha tahu-tempe menjerit. Pasalnya para pengusaha tersebut harus menambah modal usahanya. Sementara daya beli masyarakat saat ini menurun lantaran pandemi.

Pemilik pabrik tahu Rahman Jaya di Kampung Cikaret Girang RT 02/01 Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur Jawa Barat, yang didirikan oleh H. Abdul Manan sejak tahun 1974, yang kini perusahaannya di wariskan kepada cucunya, Imran (31), mengaku pendapatannya menurun drastis.

“ Setelah adanya wabah Covid-19, penghasilan kami turun drastis, mengingat harga bahan baku yang terus melambung. Kini harga kedelai mencapai 11 ribu rupiah/kilogram, harga minyak goreng mencapai 15 ribu rupiah, hal ini membuat usaha saya berat dalam mengimbangi harga jual tahu yang hanya Rp 500 rupiah/ perpotong,” akunya kepada wartawan, Senin (01/06/2021).

Lanjut Imran, sebelum ada pandemi perusahaan saya mampu memproduksi sampai 12 ribu potong tahu perhari. Karena biaya produksinya masih stabil. Namun setelah ada wabah Covid-19 benar-benar terasa sangat berat. Terutama harga bahan baku seperti kacang kedelai dan minyak goreng.

“ Saya bersama para pengusaha tahu lainnya sempat mogok produksi selama 7 hari di bulan Februari. Hal itu dilakukan sebagai aksi unjuk rasa kami kepada Pemkab Cianjur supaya bisa menurunkan harga bahan baku pembuatan tahu. Besar harapan kami, agar pemerintah bisa menstabilkan harga bahan baku tahu-tempe,” tandasnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here