Pengusaha sukses di Ciranjang berikan santunan pada anak yatim piatu, dhuafa dan jompo

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com –  H. Oni Saproni (60) warga Kampung Sukasari RW 15, Desa/Kecamatan Ciranjang, Cianjur, memberikan santunan pada 1.100 anak yatim piatu, dzuafa dan jompo yang berada di Desa/Kecamatan Ciranjang, Minggu (30/9).

Pemberian santunan infaq dan sodakoh pada anak yatim, dzuafha dan jompo itu, merupakan kegitan rutin keluarga H Oni Sproni setiap bulan Muharam. Sebelum santunan diberikan terlebih dahulu diadakan tausiyah dengan mengundang ustadz kondang setempat dan dihadiri Muspika Cirajang, koordinator pendidikan,  kepala desa, BPD, LPM, Ketua RT/RW dan Karang Taruna Desa Ciranjang yang sekaligus dilibatkan sebagai pelaksana kegiatan.

Camat Ciranjang, Wahyu menjelaskan, dengan dilaksanakannya pemberian santunan yang mayoritas pada anak yatim, piatu, dzuafa dan jompo khususnya yang berdomisili di Desa Ciranjang dan sekitarnya, dari salah seorang pengusaha dagang yang berhasil, pihaknya sangat bangga dan sangat merespon,  bersyukur dan memberikan apresiasi.

Karena pemberian santunan tersebut, merupakan amanat dari Allah SWT beserta Nabi Muhammad SAW.  Hal itu tersurat dalam Alquran dan tersirat dalam hadist Nabi. “Diharamkan menghardik anak yatim dan anak yatim berhak untuk dibantu diberi pertolongan, disantuni supaya hidupnya layak seperti anak yang memiliki kedua orang tuanya”.

Selain itu, pihaknya mengajak pada pengusaha lainnya yang ada di Kecamatan Ciranjang, yang dianggap sudah berhasil untuk mengikuti jejak keluarga H. Oni Saproni. “ Karena hal tersebut, selain diwajibkan dalam aturan agama Islam juga sangat membantu untuk kelangsungan hidup anak yatim, piatu, dzuafa dan jompo,” ucap Wahyu.

Sementara itu, H. Oni Saproni mengatakan, dilaksankannya pemberian santunan pada  anak yatim, piatu, dzuafa dan jompo itu, sudah lebih dari sepuluh tahun. Namun mulanya tidak banyak seperti sekarang mencapai 1100 orang. Tapi dilaksanakan secara bertahap dan pemberian santunan pada sejumlah 1100 orang  itu diawali pada tahun 2017.

Santuan yang diberikan pada anak yatim, piatu, dzuafa dan Jomlo, berupa uang tunai dan seluruh yang hadir terlebih daahulu dibagi nasi kotak atau makan paras makan bersama panitia dan tamu undangan lainnya.

Pemberian santunan sejak tahun 2017 itu, tidak hanya pada yatim, piatu, dzuapa dan jompo warga Desa Ciranjang saja, tapi tidak sedikit pula yang terdaftar bukan warga Desa Ciranjang. H. Oni hanya menerima daftar yang diberi santunan dari hasil verifikasi RT/RW desa setempat.  Bila masih kekurangan kuota, maka anak yatim, piatu, dzompo dan jompo warga desa lain bisa didaftarkan dan beri santunan.

Diharapkan, pemberian santunan tahun mendatang akan lebih banyak lagi. Karena rencananya kuotanya akan ditambah. Kemungkinan warga desa lain pun akan didata dan diberi santunan. “ Kenapa pemberian santunan pada bulan Muharam pada anak yatim, dzuafa dan Jompo, karena Muharam merupakan lebarannya anak yatim, hingga perlu bahagia pada bulan muharam tersebut,”jelas H Oni pada awak media

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here