Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Hj Yeni (50) Warga Kp BTN Cibogo Blok J 21,RT 05/02 Desa Mekargalih Kecamatan Ciranjang Cianjur,  Kamis (08/10) sekira pukul 23.00 WIB meninggal dunia di RSDH Cianjur. Diduga, almarhumah meninggal dunia karena terpapar Covid-19. Karena itu, pemakaman almarhum ditolak warga dari 3 kampung. Alasannya, warga khawatir Covid 19 menular pada warga setempat.

Karena ada penolakan dari warga tersebut, terpaksa pihak keluarga merelekan jasad almarhumah dimakamkan di tempat pemakaman Umum milik Pemkab Cianjur yang berlokasi di Kecamatan Sukaresmi Cianjur.

Informasi yang dapat dihimpun, almarhumah, satu bulan lalu pergi ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan anaknya. Sepulangnya dari Jakarta kira-kira sepekan yang lalu, penyakit darah tinggi dan asmanya kambuh kembali. Hingga sesak napas dan saat itu juga almarhumah dibawa ke RSDH Cianjur guna mengobatan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, rapid test dan swab pihak RSDH, almarhumah dinyatakan terpapar Covid-19. Namun hasil swabnya belum keluar masih dalam penelitian lab.

Selang dua hari kemudian tepatnya Kamis malam, 09/10 pukul 23. WIB, almarhumah meninggal dunia. Pihak RSDH langsung memandikan, mengapani jenazah dan mengantarkan nya ke rumah duka, sesuai permintaan keluarga.

Namun sayang, warga yang rumahnya dekat pemakaman Umum Kp Cibogo 2 menolak almarhumah dimakamkan di pemakama umum Cibogo 2. Warga dengan nada tinggi menyatakan, jika almarhumah dimakamkan di Cibogo 2, takut Covid-19 nya menular pada warga. Tak lama pihak keluarga dan warga BTN langsung melobi warga Kp Pasir Kihiyang dan Sirnagalih Desa Mekargalih. Namun sayang warga tetap menolak almarhum untuk dimakamkan ditempat mereka.

“ Karena itu, pihak keluarga merelakan jenazah untuk dimakamkan di tanah pemakanaman milik Pemkab Cianjur yang berlokasi di Kecamatan Sukaresmi Cianjur,” jelas Taryat Bibrata Kepala Desa Mekargalih Kecamatan Ciranjang.

Selanjutnya, Taryat menyatakan, pihaknya merasa iba, duka cita dan merasa prihatin. Semoga saja hal tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak dan di mohon pada pihak Muspika, MUI dan Pihak Kesehatan, untuk segera melakukan pembinaan dan penjelasan tentang warga yang meninggal dunia akibat Covid-19.

“ Sekali pun tadi saat berembug telah dijelaskan Tim Medis, jasad manusia yang meninggal dunia akibat terpapar Covid itu tidak akan menular, karena virus nya ikut mati, hingga tidak akan menular pada orang lain,” kata Taryat pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here