Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Ramai beredar di media sosial facebook tentang adanya remaja yang mengidap ‘tumor langka’ di Kampung Nangela RT 004/001 Desa Babakan Caringin Kec. Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat.

Ya, remaja tersebut berinisial AM (13). Konon katanya kurang lebih setahun yang lalu, ia mengalami kecelakaan di motor bersama dua temannya. Sejak saat itu hingga kini AM sering keluar masuk RS. Bahkan ada salah seorang dokter yang mengatakan itu adalah ‘tumor langka’.

Sementara orang tua AM, Dedi hanya bekerja sebagai seorang sopir dengan penghasilan yang tidak menentu. Sedangkan Hanifah (ibu AM) sebelumnya jualan bakso. Tapi sejak AM sakit, keduanya jadi tidak bisa bekerja, karena anaknya tidak mau ditinggalkan.

” Pekerjaan saya sopir pak, istri jualan bakso depan rumah. Sejak anak saya sakit seperti ini, kami nggak bisa bekerja karena anak saya nggak mau ditinggalkan,” kata Dedi seraya matanya berkaca-kaca, saat ditemui dirumahnya, Kamis (19/11).

Dedi menambahkan, kalau untuk berobat alhamdulillah gratis pake BPJS, mobil juga suka pake ambulance desa. Hanya yang jadi pikiran saya untuk bekal sehari-harinya. Sementara ia nggak bisa bekerja. Untuk biaya AM saja seharinya mencapai Rp.150.000,-.

” Saya sudah malu pinjam sana-sini, ya kadang ada juga yang ngasih buat bekal. Pak kades juga sering kesini, kalau mau berobat ke RS di Bandung pak kades suka ngasih bekal, ” akunya.

Besar harapan Dedi adanya keajaiban untuk anaknya. Karena menurutnya upaya yang sudah dilakukan beserta keluarganya sudah cukup malsimal. ” Saya hanya bisa pasrah semoga ada kejaiban untuk anak saya,” harapnya.

Sementara itu saat ditemui diruang kerjanya, Kepala Desa Babakan Caringin Ihin Solihin mengatakan, pihaknya sudah mengetahui keberadaan warganya yang sakit itu. Ia pun berusaha sebisanya untuk membantu keluarga tersebut.

” Sebagai pimpinan di desa ini, tentunya saya harus turut serta membantunya karena itu adalah warga saya,” kata Ihin.

Kalau mau berobat ke RS di Bandung, lanjut Ihin, Dedi suka pakai ambulance desa gratis untuk meringankan bebannya.

” Dedi sudah tidak bisa bekerja lantaran anaknya nggak mau ditinggalkan, untuk antar jemput pengobatan ke Bandung suka pakai ambulance desa dan biayanya di cover BPJS,” ungkapnya.

Ihin juga berterimakasih kepada warga yang sudah mau membantu keluarga Dedi disaat seperti ini. ” Terima kasih pada para dermawan yang sudah membantu keluarga Dedi. Dan untuk  Dedi sekeluarga semoga diberikan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here