Ilustrasi

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sukajaya Kecamatan Bojongpicung Cianjur sebanyak kurang lebih 560 anggota, diduga telah diarahkan untuk mencoblos salah satu Calon Kades Sukajaya. Caranya dengan ditakut-takuti dan diancam dibekukan bantuanya jika tidak nyoblos Calon Kades tertentu. Selain itu juga diiming-iming akan diberi bonus. Karuan saja hal tersebut membuat heboh warga setempat.

Informasi yang dapat dihimpun di lapangan, Jumat (24 /01) seluruh anggota penerima PKH dikumpulkan di rumah masing – masing Ketua Kelompok. Sebelum pengambilan uang PKH, terlebih dahulu diberi pengarahan tentang PKH oleh koordinator PKH Kecamatan Bojongpicung yang berinisial DS dan Ah.  

Selain itu oknum koordinator PKH Kec. Bojongpicung, DS dan Ah mengatakan pada anggotanya, agar seluruh anggota PKH diwajibkan memilih dan mencoblos Calon Kades Sukajaya tertentu pada pelaksanaan Pilkades Serentak nanti yang akan digelar pada 23 Februari 2020 mendatang.

DS dan Ah menegaskan, bilamana anggota PKH tidak mencoblos Calon Kades yang telah diberi tahu nomor urutnya, maka pencairan dana  PKH kedepannya akan dibekukan.

“ Namun sebaliknya, bagi anggota PKH yang  memilih, mencoblos Calon Kades jagoannya, selain uang PKH bisa dicairkan juga akan diberi uang bonus,” ucap Iwan suami Lina penerima PKH warga RT 05/01. Hal senada diucapkan Kokom Warga Kampung Pasirliuh RT 03/04 Desa Bojongpicung.

Salah seorang tokoh pemuda Desa Sukajaya, Asep Lukman alias Asep Dodol (47) menambahkan, hasil verifikasi kurang lebih dari17 orang anggota PKH, memang benar telah diarahkan oleh dua orang oknum koordinator PKH Kecamatan Bojongpicung. Oknm tersebut mengarahkan dan menyuruh seluruh anggota PKH untuk mencoblos Calon Kades Sukajaya Nomor Urut tertentu.

Tentu  saja hal itu, membuat heboh warga setempat dan membuat gusar para tim sukses, relawan, simpatisan Calon Kades Sukajaya lainnya. Ditegaskannya, penggalangan massa seperti itu dianggap offset juga melanggar aturan yang berlaku.

Maka dengan adanya  hal itu, pihaknya memohon pada pihak dinas instansi terkait, pihak Kepolisian, BPD dan Pihak Panitia mohon segera diselesaikan. “ Minimal pihak oknum koordinator segera mengklarifikasi masalah tersebut, la tidak ada klarifikasi maka kami akan mengadukannya lewat jalur hukum,” ucap Asep.

Dilain pihak, salah seorang panitia Pilkades Sukajaya, saat dikonfirmasi lewat telpon seluler Asep Indra membenarkan adanya menggiring massa untuk nyoblos Calon Kades  tertentu.

“ Memang benar adanya, dua orang oknum koordinator PKH Kecamatan Bojongpicung, Jumat  (24/01), telah mengarahkan penerima PKH untuk memilih dan menyoblos Calon Kades Sukajaya tertentu.

Asep Indra juga mengatakan, hal itu diketahui berdasarkan hasil investigasi ke 5 kelompok PKH yang ada di Desa Sukajaya. Warga penerima PKH benar disuruh mencoblos Calon Kades tertentu. Untuk menyikapi hal tersebut pihak panitia akan melakukan koordinasi dengan pihak Pjs Kepala Desa, BPD, Calon Kades terkait, Koordinator PKH Kecamatan. Selain itu juga dengan pihak Bhabinmas dan Bhabinsa Desa Sukajaya,” jelas Asep Indra, pada awak media, Senin (27/01).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here