Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com, Penerima Bantuan Sembako atau yang dulu dikenal dengan sebutan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Ciranjang Cianjur Jawa Barat, mengeluh. Pasalnya, bantuan yang diterima berupa beras, daging sapi, tempe, kentang dan apel, kualitasnya tidak sesuai standar.

Beras yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berasnya bubuk juga bau. Daging sapi sudah membiru dan banyak lemaknya. Demikian juga tempe, kentang dan apel busuk. Hingga KPM yang ada disetiap desa di Kecamatan Ciranjang, mengeluh. Seperti KPM warga Desa Nanggalamekar.

Salah seorang KPM warga Kampung  Pasir Cikur RW 04 Desa Nanggalamekar yang namanya minta  dirahasiakan mengatakan,  pihaknya baru saja menerima Bantuan Sembako dari E_Warung. Namun, beras yang diterimanya selain bau juga bobotnya kurang dari 10 Kg, Daging Sapi selain banyak lemak juga sudah membiru. Begitu juga tempe, kentang dan apel, tidak layak untuk dikonsumsi alias sudah busuk.

“ Karena itu, kami minta seluruh Bantuan Sembako yang sekarang diterima dikembalikan dan  minta diganti dengan kualitas yang baik,  jangan seperti sekarang kualitasnya benar mengecewakan, kami mohon disesuaikan dengan standar yang telah diumumkan pemerintah  di media massa,” ucapnya.

Senada yang diucapkan warga Kampung Kubengan RW 08 Desa Setempat, Ny menambahkan, pihaknya juga baru saja menerima Bantuan Sembako seperti yang diterima KPM lainnya di desanya. Namun nyaris seluruhnya tidak layak konsumsi bahkan ada yang sudah busuk.

” Sayang, daging sapi, tempe, kentang dan buah apel  benar mubazir, karena busuk tidak layak konsumsi yang akhirnya dibuang saja,” ujarnya dengan nada kesal,  Jumat (10/04).

Dilain pihak salah seorang pengamat pembangunan warga Kecamatan Ciranjang, Gilang Restu Maulana mengatakan, berdasarkan hasil pemantauannya, beras, daging sapi, tempe kentang dan apel  yang dijual di E -Warung di setiap desa yang ada di Kecamatan Ciranjang, kualitasnya tidak memenuhi standar yang telah ditentukan pemerintah.

Malahan pihaknya banyak menemukan barang yang sudah busuk. Seperti pada warga Desa Nanggalamekar, daging sapi selain banyak laknya juga sudah ada yang membiru. Tempe, kentang dan apel banyak yang sudah busuk.

Karena itu diharapkan pada pihak dinas instansi terkait, Muspika Ciranjang segera menegur pihak suplayer supaya kualitas beras, nabati dan hewani itu diperhatikan disesuaikan dengan standar pemerintah. “ Kalau masih tetap ngenyel mohon suplayernya diganti saja dengan suplayer yang bertanggung jawab,” ujar Gilang pada awak media, Jumat (10/04).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here