Relawan kesehatan, nampak sedang memberikan obat pada ODGJ

Liputan: Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Untuk kali kedua, pengindap Skizofrenia (Orang Dengan Gangguan Jiwa / ODGJ), di Istana KSJ diberikan, obat Antihistamin injek. Obat tersebut diberikan salah seorang relawan kesehatan yang peduli pada mereka, Minggu (8/7).

Pemberian obat antihistamin injek tersebut, bertujuan untuk mengurangi gejala gangguan kulit yang diderita beberapa penghuni istana KSJ yang terjadi belakangan ini.

Diakui  salah seorang relawan kesehatan istana KSJ, Yuli yang beralamat di kampung Nagrak Desa Nagrak Kecamatan Cianjur, hal tersebut merupakan salah satu kontribusi dirinya kepada Skizofrenia (ODGJ).

” Seperti yang sering saya sampaikan, membantu secara materi memang tidak bisa, namun yang bisa saya lakukan paling membantu dengan sekemampuan saya dibidang kesehatan,” kata Yuli, Senin (9/7).

Ada 13 orang yang terjangkit Skizofrenia diinjeksi antihistamin. Ya, memang cukup sulit untuk melakukan hal tersebut pada penderita Skizofrenia. Karena memang, sangat berbeda dengan pemberian obat pada orang waras.

Kepada media Yuli menjelaskan, dirinya tentang dengan pasien yang tidak mau disuntik. Sehingga penyuntikan pasien harus dipegang oleh beberapa orang. Adapun obat yang diberikan adalah dipenhidramine sama dexametason.

Yuli berharap, pemerintah bisa berkontribusi dalam penyediaan lahan. Karena tempat yang dijadikan penampungan saat ini banyak memiliki keterbatasan. Hanya memiliki dua kamar mandi dan tempatnya juga sangat terbatas.

“ Jadi sangat mudah sekali penularan penyakit melalui air dan udara, apa lagi penyakit kulit,” tutur Yuli.

“ Ya, minimal ada perhatian dari segi kesehatan lingkungannya, kalau sekarang kan sudah terjadi, jadi tinggal penanganannya saja dengan pemberian obat, pemeriksaan dan pelayanan gratis buat sahabat kita ini,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here