Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Pasutri Saeful Milah dan Rani warga Kampung Tipar RT 01/04 Desa Karyabakti Cidaun Cianjur Selatan Jawa Barat. 10 bulan yang lalu dikaruniai seorang anak perempuan yang diberi nama Hikmah Nuraeni.

Namun dibalik kebahagiaannya itu, pasutri tersebut dirundung kebingungan lantaran tergolong keluarga tidak mampu/miskin. Putri yang dilahirkan 10 bulan yang lalu itu ternyata menderita Hydrocepalous.

Saat ditemui awak media, Senin (06/07), Saepul mengaku tidak sanggup mengobati putrinya itu. “Jangankan untuk mengobati putri kesayangannya, buat makan saja sudah susah,” akunya dengan mata berkaca-kaca.

Sementara ibu kandung Hikmah Nuraeni menjelaskan terkait penyakit yang diderita putrinya itu. Sejak lahir juga sudah terlihat dibagian kepalanya sudah ada perbedaan, tapi tidak sebesar sekarang.

” Dengan semakin bertambahnya usia, bagian kepala anak saya semakin membesar seperti ada cairan. Sedihnya lagi kalau menjelang malam anak saya selalu nagis seperti mengalami kesakitan,” kata Rani seperti yang hendak menangis.

Masih dikatakan Rani, ia dan keluarganya sudah berupaya keras untuk mengobati semampunya. Namun karena keterbatasan biaya jadi hanya bisa mengobati ke Puskesmas terdekat saja.

” Saya tetap sabar dan selalu bersyukur, alhamdulillah selama ini pihak pemerintah desa melalui pak kades dan tetangga juga rekan-rekan, selalu membantu kebutuhan keluarga saya untuk makan sehari hari,” ungkapnya.

Rani berharap, ada dermawan yang mau membantunya untuk mengobati biaya operasi Hikmah Nuraeni. “Kami hanya bisa bersabar dan berdo’a kepada Allah SWT, semoga anak kami bisa sembuh dan normal kembali seperti anak-anak yang lain,” harapnya sembari menteskan air mata.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Karyabakti Sunadi memaparkan, terkait adanya warga yang menderita Hydrocepalous. Mengetahui Hikmah Nuraeni menderuta Hydrocepalous sejak lahir, sejak perjalanan melahirkan di RSUD Sayang Cianjur, pihaknya pun tidak tinggal diam. Artinya selalu membantu baik dalam segi pengurusan administrasi persyaratan dan biaya kebutuhan makannya.

Perlu diketahui, bahwa Hikmah Nuraeni lahirnya dengan cara dicesar yang tentunya memerlukan biaya cukup besar karena harus dioperasi.

” Saat ini kami berinisiatif untuk mengumpulkan donasi bersama rekan-rekan E-Warung yang ada diwilayah desa ini. Dan alhamdulillah Kemarin sudah terkumpul kurang lebih sejumlah Rp. 6800.000,- yang sudah diserahkan kepada oran tuanya. Upaya kami pun tidak berhenti sampai disitu saja, rencananya akan berusaha membantunya sampai sembuh,” ujar Sunadi.

Terakhir Sunadi menyampaikan ucapan terima kasihnya pada semua pihak yang sudah membantu juga rekan-rekan media yang sudah mengekspose keberadaan Hikmah Nuraeni yang menderita Hydrocepalous. Karena memang untuk mengobatinya membutuhkan biaya yang sangat besar.

” Kami berharap setelah diekspose ini, ada perhatian dari pemerintah daerah, provinsi dan para dermawan, karena kita semua tahu untuk penyembuhan anak bungsu pasutri Saeful dan Rani ini butuh biaya yang sangat besar, dan saya yakin Hikmah Nuraeni akan sembuh,” tandas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here