Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Pelaku pencurian 360 dus masker di RSUD Pagelaran, berhasil diungkap pihak Kepolisian Polres Cianjur. Para pelaku pun berhasil diamankan pasca penangkapan.

Ironisnya, dari keempat pelaku, tiga diantaranya merupakan karyawan dan honorer RSUD Pagelaran. Mereka adalah ISF dan YHG warga Kecamatan Pagelaran dan RN warga Kecamatan Sukanagara. Sementara satu pelaku lainnya berinisial CRN merupakan karyawan swasta asal Bojongherang Kecamatan Cianjur.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, penangkapan yang dilakukan pada Selasa (24/03) sekira pukul 22.00 WIB kemarin. Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan dari pegawai RSUD Pagelaran. Para pelaku, melakukan perbuatan tersebut sebanyak 4 kali berturut-turut dengan berbagai macam modus operandi.

” Jumlah masker yang diambil sebanyak sembilan karton atau 360 dus. Tiga pelaku pencurian ini, merupakan karyawan dan honorer RSUD Pagelaran, kemudian menjualnya kepada saudara CRN,” ujar Kapolres saat Konferensi Pers di Mapolres Cianjur, Kamis (26/03).

Kapolres juga memaparkan, awal mulanya ISF dan RN meminta masker tanpa prosedur yang benar dan mendapatkan 2 karton atau 40 dus. Lalu ISF juga memaksa karyawan yang memegang kunci gudang farmasi untuk membukanya tanpa seizin dari Kepala Gudang dan Direktur RSUD, kemudian mengambil dua karton masker dan dijual oleh RN.

Tak berhenti sampai disitu, ISF, RN dan YHG juga diketahui pernah mengambil masker dari gudang pada malam hari dengan memasuki jendela yang tak terkunci.

” Modus operandinya berbagai macam dan dilakukan empat kali berturut-turut. Pelaku Cecep ini membeli dan menerima masker dari pelaku RN dan menjualnya dengan cara dicecer. Semua masker tidak dijual di Cianjur saja, tetapi dijual juga ke Bogor untuk menghilangkan jejak. Dan para pelaku ini ditangkap dirumahnya saat sedang menikmati hasil pencuriannya,” ucapnya.

Lanjut Kapolres, tak hanya masker saja, para pelaku juga mencuri alat kesehatan (Alkes) berupa suntikan. ” Semua Alkes ini, dijual untuk mencari keuntungan pribadi, seperti membeli motor dan alat rumah tangga,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, Kapolres mengaku sangat menyesalkan kasus pencurian itu, Pasalnya, disaat semua pihak berupaya saling membantu dalam memerangi virus corona, namun ada pihak yang memanfaatkan kondisi untuk kepentingan pribadi.

Sementara, Kasat Reskrim AKP Niki Ramdhany juga mengungkapkan, aksi pencurian ini dilakukan dalam empat kali pencurian.

” Untuk total kerugian materi kita masih menyelidiki, namun yang pertama itu mereka mencuri dua box yang satu boxnya berisi 40 buah, yang kedua dua box, yang ketiga tiga box dan yang ke empat sisanya, total semua yang dicuri di RSUD Pagelaran 360 box,” terangnya.

AKP Niki juga mengatakan, jajarannya hari ini akan pergi ke Bogor untuk memeriksa ke apotek yang ada di Bogor dengan harga satu boxnya Rp. 80 sampai Rp. 100 ribu.

” Munurut keterangan tersangka, mereka menjual sebagian ke apotek yang ada di Bogor sebagian ke perorangan dengan cara COD atau dijual via online,” ungkapnya.

Disisi lain Direktur RSUD Pagelaran Awi Darwijar mengatakan, kejadian itu baru diketahui setelah ada permintaan masker dari RSUD Cianjur.

” Sebelumnya kita tidak mengetahui aksi pencurian ini, namun kita mengetahui masker tidak ada setelah ada permintaan masker dari beberapa rumah sakit lain diantaranya RSUD Cianjur,” jelasnya.

Atas perbuatannya, keempat tersangka terancam dengan jeratan pasal 363 dan 480 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here