Pemuda DEsa Sukamaju yang aktif bergerak di bidang sosial dan kemanusian

Liputan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Community Pemuda Sukamaju Cianjur (CPSC) yang bermarkas di Kampung Warung Kiara RT  03/09 Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur Kota, Cianjur, membina pemuda terapkan jiwa kekeluargaan dan rasa persaudaraan.

Adapun anggotanya, adalah para pemuda di kampung tersebut yang peduli dengan kegiatan sosial dan kemanusian.

Sebagai awal kegiatannya, adalah keroyokan kerja bakti membangun markas besar (posko) sebagai sarana untuk bersilaturahmi, tukar pikaran dan ngobrol pintar.

Salah seorang pengurus inti CPSC, Bandi mengatakan, komunitasnya bergerak di bidang sosial dan kemanusian. Membantu sesuai kemampuan yang ada. Menolong atau membantu terhadap warga yang membutuhkan. Artinya bukan untuk warga desa setempat saja, melainkan warga yang ada di wilayah Cianjur.

” Bila memang mau membantu atau menolong, jangan setengah-setengah tapi harus sampai tuntas dan secara ikhlas serta niatannya ibadah,” kata Bandi pada awak media, Senin (2/7) kemarin.

Bandi menyebutkan, komunitas, organisasi maupun kelompok sosial merupakan wadah bagi setiap individu untuk mencapai tujuannya. Keberadaan suatu komunitas membutuhkan pengakuan dari masyarakat agar dapat bertahan ditengah beragamnya komunitas lainnya.

Masih menurut Bandi, sesuai logo rantai yang melambangkan sila kedua Pancasila. Yaitu, kemanusiaan yang adil dan beradab. Rantai terdiri atas mata rantai berbentuk segi empat dan lingkaran yang saling berkait  membentuk lingkaran. Mata rantai segi empat melambangkan laki-laki, lingkaran melambangkan perempuan.

” Mata rantai yang berkait melambangkan setiap manusia laki-laki dan perempuan membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu, sehingga menjadi kuat seperti sebuah rantai,” jelasnya yang diamini beberapa pengurus lainnya.

Sementara, Bendahara CPSC, Beben Junaedi memaparkan, melalui gerakan sosial dan kemanusiaan CPSC siap dan terus

mempertahankan eksistensinya. Sesuai dan berdasarkan pengalaman menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.

” Nah, salah satu strategi eksistensi dilakukan diantaranya dengan pemanfaatan media sosial secara maksimal, selalu memprioritaskan member pro aktif, sikap aktif yang ditunjukkan para anggota dalam usaha perekrutan anggota baru, terakhir adalah melakukan variasi kegiatan karya nyata untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Mengenai usaha untuk mempertahankan eksistensi CPSC, menjadi pendukung penting bagi kerja nyata. Diantaranya baik itu melalui kreatifitas karya nyata dalam segala hal dan bidang. Melakukan inovasi. “ Intinya, harus tetap kompak, solid dan memiliki loyalitas yang tinggi untuk mempersatukan mata rantai sesuai logo komunitas,” jelas Beben.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here