Pemuda Hijrah Cianjur. ID, berkumpul sambil memanjatkan doa untuk saudara seiman, sebangsa dan setanah air yang sedang dilanda musibah

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Komunitas pergerakan pemuda yakni Pemuda Hijrah Cianjur.ID (PHC.ID), terketuk hatinya melihat deretan kejadian-kejadian yang sangat spektakuler yang meluluh lantahkan tanah ibu pertiwi. Saat dimana gelimang harta, tak lagi menjadikan jaminan keselamatan. Ratusan hingga ribuan jiwa melayang dalam bencana di Lombok, Donggala dan Palu, Sulawesi.

” Mencoba untuk peduli dengan sesama seiman seagama, dengan segala kerendahan hati, kami berkumpul dan panjatkan do’a bagi mereka yang tertimpa musibah,” ucap H. Rahmat SN pembina PHC.ID pada awak media, Minggu (30/9) malam.

Berawal dari ramainya info pemutaran film G30SPKI, Ketua PHC.ID Acuy, berinisiatif untuk mengadakan pergerakan. Yakni Gerakan 30 September Pemuda Hijrah Cianjur.ID (G30SPHC.ID), yang  didalamnya berbanding terbalik dengan peristiwa kejadian penghiatan PKI.

Meski terdengar kontroversi, kegiatan yang dilakukan PHC.ID ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap para korban bencana di Lombok, Donggala dan Palu, Sulawesi.

Adapun yang dilakukan pada tanggal 30 September kemarin, mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk disumbangkan kepada para korban bencana. Kemudian, pada malam harinya melakukan do’a bersama untuk mereka. Semoga diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah yang sangat luar biasa itu.

Selain itu, dalam kegiatan PHC.ID kemarin, juga memanjatkan do’a untuk korban yang meninggal dunia. Semoga diampuni segala dosa-dosanya dan diterima semua amal perbuatanya.

” Ya, itulah sebuah bentuk gerakan Pemuda Hijrah Cianjur. ID (PHC.ID) dalam menyikapi dan menjadikan setiap momentum untuk dijadikan hikmah. “ Kami berikhtiar untuk membuat diri dan jiwa ini senantiasa bertafakur, dan apa yang kami jalani sebagai hamba yang sedang berhijrah ini menjadi sarana bersyukur,” ungkap Acuy.

Lanjutnya, malam ini Pemuda Hijrah Cianjur, ID duduk bersama bersimpuh mengucap syukur atas nikmat hijrah. “ Memanjatkan doa untuk saudara-saudara seiman dan sebangsa setanah air, yang sedang mengalami musibah dan ujian di Lombok, Donggala dan Palu Sulawesi,” papar Acuy.

Masih dikatakannya, mengkaji kalamullah yaitu Surat Al Hadid ayat 22 yang artinya,” tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. “ Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here