Ilustrasi

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Seorang pemuda tak bisa bicara (gagu) yang bernama Dede Bahtiar (25) warga Kampung Pasir Asem RT 01 /18 Desa  Ciranjang Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur,  diduga dirampok orang tak dikenal, Sabtu (14-2-2021) sekitar pukul 22. 00 WIB. Kepala bagian belakangnya robek sepanjang kurang lebih 6 Cm dan motor miliknya raib dibawa kabur kawanan perampok.

Informasi yang dapat dihimpun, korban perampokan Dede Bahtiar sekitar pukul 23.00 WIB datang sendirian ke rumah Ketua RW 08, Wowo Anwar. Dede datang dengan kondisi tubuhnya berlumuran darah. Karena dibagian belakang kepalanya robek bekas sabetan benda tajam.

Karuan saja, Wowo sontak kaget melihat korban datang berlumuran darah. Namun sayang ketika ditanya Dede hanya menjawab dengan bahasa isyarat yang sulit untuk dimengerti pihak lain.

Hingga, lokasi dan waktu kejadian perampokan tidak diketahui persis. Karena selain gagu juga tidak seorang pun yang menjadi saksi ketika terjadi perampokannya.

Wowo hanya mampu menyimpulkan sebahagian bahasa isyarat korban. Terjadinya kejadian perampokan diperkirakan antara pintu kereta api sampai dengan jalan Kampung Pasir Kawung atau di lingkungan jalan terminal Pasar Ciranjang.

Ketika kejadian, Dede sempat melawan. Namun beberapa orang kawanan rampok membacoknya dengan benda tajam. Hingga kepala bagian belakangnya robek dan Dede langsung kabur menuju rumah Ketua RW.

Saat itu korban, menolak untuk dibawa ke Puskesmas Ciranjang, untuk dirawat lebih lanjut. “ Hingga kini luka robek di bagian kepala masih mengangah lebar dan diobati pihak keluarga dengan obat tradisional,” ucap Wowow Anwar pada awak media, Minggu (15-2-2021).

Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda Desa Ciranjang warga Kampung Asrama Polisi Ciranjang Iwan Yusup menambahkan, kejadian perampokan terhadap orang gagu, itu benar memilukan. Ia pun geram terhadap para pelaku perampok.

Karena itu, pihaknya mengharapkan pada pihak keamanan Kecamatan Ciranjang, segera melakukan penertiban para pemotor yang kerap kali membuat warga Ciranjang pusing.

“ Sebab ketika terjadinya Dede Bahtiar dirampok, malam itu banyak para pemotor yang lalu palang dijalan menuju arah Jati dan sering mangkal di jalan menuju masuk Pasar Ciranjang,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here