Karena blangko e-KTP habis, untuk sementara pihak Kec. Warungkondang hanya menerima untuk perekaman saja

Liputan : Cece

Cianjur, metropuncaknews.com – Pemerintah Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur, kewalahan menampung pemohon pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Padahal pihak kecamatan telah mengatakan, stok blangko KTP habis. Namun tetap saja, setiap harinya didatangi pemohon pembuaatan e-KTP.

Banyak warga dari Kecamatan Cibeber dan Gekbrong setiap hari antri untuk memohon data kependudukan. Bahkan lebih dari batas yang ditentukan hingga mencapai 70 orang. Sedangkan nomor antrian untuk pendaftaran hanya dibatasi sampai 50 orang saja.

Karena itu, warga hanya bisa mendaftar untuk perekaman saja. Sebab, blangko yang diluncurkan Disdukcapil Kab Cianjur dari pusat sangat terbatas. Sedangkan dalam beberapa bulan ini setiap harinya warga yang datang ke kecamatan untuk mengajukan permohonan e-KTP semakin membludak.

Kejadian tersebut terjadi sejak awal tahun. Kantor Kecamatan Warungkondang, selalu dipadati ratusan pemohon e-KTP.
Bahkan, dalam sehari, tercatat 70 hingga 100 pemohon e-KTP yang datang dari Kecamatan Cibeber dan Gekbrong.

” Bahkan, sebelum kantor dibuka,  sudah ada 50 pemohon data kependudukan,” kata Moch.Yusuf (35), dari Seksi Pelayanan saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (31/7).

Dia menjelaskan, mengenai kekurangan blangko KTP ini, pihaknya sudah mengajukan penambahan ke Disdukcapil Cianjur.
” Sudah kami ajukan, namun kapan turun blangko e-KTP), masih belum tahu,” jelas Yusuf.

Sementara itu, operator percetakan e-KTP, Yogi Cahuana menambahkan, di Kecamatan Warungkondang saat ini masih banyak warga yang akan mengambil dan mendaftar e-KTP. Hanya, kebetulan persediaan blangko untuk kartu identitas tersebut sudah habis. Karena persediaan blangko yang ada dikecamatan sangat terbatas. Untuk itu, kepada semua warga, diharapkan menunggu dalam beberapa waktu. Karena untuk pengadaan blangko e-KTP, sedang diajukan oleh Disduk Kabupaten Cianjur ke Dirjendukcapil Pusat.

” Adanya hal itu untuk sementara waktu kami hanya bisa menerima untuk perekaman saja karena materialnya habis jadi kami ganti dengan Surat Keterangan (Suket) yang fungsinya serta kekuatannya sama dengan E-KTP,” kataYogi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here