Laporan : Has

Cianjur, metropuncaknews.com – Pemerintah Kabupaten Nias Utara melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cianjur, Rabu (26/2) yang baru lalu. Kunjungannya itu dalam rangka peningkatan sektor pertanian, perkebunan pangan dan holtikultura.

Pada kegiatan tersebut turut hadir Bupati Kab. Nias Utara, Marselinus Ingati Nazara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan H. Yanto Hartono, Kadis Pertanian Nias Utara, Idaman Johan Hulu serta jajarannya. Rombongan diterima Kadis Pertanian, Perkebunan Pangan dan Holtikultura Cianjur, H. Mamad Nano beserta jajaranya.

Atas kunjungannya tersebut, Bupati Cianjur melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H. Yanto Hartono, mengucapkan selamat datang di Kabupaten Cianjur. Dikatakannya, sumber kehidupan masyarakat Cianjur secara umum yaitu pertanian tanaman pangan dan holtikultura, peternakan, perikanan, perkebunan dan kehutanan.

Lebih lanjut Yanto mengatakan, wilayah ini terbagi dari tiga areal.  Yaitu wilayah utara, tengah dan selatan, mempunyai pantai sepanjang 75 kilo meter. Kabupaten Cianjur mempunyai 32 kecamatan yang terdiri dari 354 pedesaan dan 6 kelurahan. Sedangkan luas wilayahnya meliputi 350,148 ha.

Saat ini Cianjur merupakan salah satu dari 10 daerah yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai produsen pertanian terbesar di Indonesia. “ Atas kunjungannya ini saya berharap antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Nias Utara akan menambah kebaikan kedepannya khususnya di sektor pertanian secara umum,” ungkap Yanto.

Sementara itu Marselinus Ingati Nazara mengatakan, kunjungannya itu suatu anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa hingga bisa sampai di Cianjur. Tentunya yang dihiasi dengan penuh kekeluargaan penuh dengan suka cita.

Marselinus menjelaskan, Kabupaten Nias Utara merupakan kabupaten otonom baru yang terbentuk pada tahun 2008. Kab Nis Utara terdiri dari 11 kecamatan dan 112 desa dan 1 kelurahan. Sedangkan luas pertanian seluas 7,3777 ha dengan mata pencaharian secara mayoritas penduduknya adalah petani. Hal itu merupakan andalan bagi Nias Utara yang didukung dengan sektor perikanan dan pariwisata.

Lebih lanjut Marselinus mengatakan, salah satu prioritas pemerintah pada saat ini bagaimana agar bisa meningkatkan potensi pertanian di Nias Utara.

Menurut Marselinus, secara berkesinambungan pemerintah kab nias utara melalui dinas ketahanan pangan dan holtikultura dan pertanian melakukan pembinaan dan pemberdayaan bersama – sama, kunjungannya itu merupakan salah satu langkah untuk mendukung pemberdayaan bagi petani khususnya penangkar benih di Kab Nias Utara, kedatangannya ke kabupaten Cianjur karena Cianjur merupakan salah satu daerah yang termasuk 10 besar produsen pertanian di Indonesia..

Lebih lanjutnya Marselinus yang didampingi Kadis Ketahanan pangan dan pertanian, Idaman Johan Hulu mengatakan, pihaknya juga nanti di bulan November 2020 mendatang akan menggelar Ya’ahowu Festival. Festival ini merupakan event tahunan di Kepulauan Nias yang melibatkan 5 Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias.

Arti dari nama festival tersebut kata Ya’ahowu memiliki makna ungkapan salam damai dan selamat. “ Nilai luhur kebersamaan dan kedamaian dari makna Ya’ahowu tersebut diangkat menjadi suatu event di Kepulauan Nias,” pungkasnya. (Sumber : Humas Setda Cianjur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here