PLt Bupati Cianjur H. Herman memberikan langsung santunan pada keluarga Pahlawan Demokrasi

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Para Pahlawan Demokrasi yang gugur saat bertugas pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, April lalu di Kabupaten Cianjur, Pemerintah Kabupaten Cianjur memberikan santunan. Selanjutnya, santunan tersebut diberikan pada keluarga Pahlawan Demokrasi. Penyerahan santunan diberikan langsung oleh PLT Bupati Cianjur H. Herman Suherman di Pendopo Pemkab Cianjur, Senin (29/4).

Pada kesempatan itu Herman mengatakan, tentunya Pemkab Cianjur ikut belasungkawa atas gugurnya para pahlwan demokrasi yang telah menjalankan tugasnya  dalam Pemilu Serentak 2019 lalu.

Herman berharap, santuanan yang diberikan ini, bisa bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan. Intinya harus ikhlas dan bersabar dalam menhadapi kenyataan yang berat ini.

“ Mau bagaimana lagi kan sudah terjadi, dan kejadian ini sangatlah tidak diharapkan. Mungkin Pemilu Serentak ini membawa duka, khususnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi kita bersama,” kata Herman.

Lanjutnya, mengenai angka atau nominal bantuan yang diberikan kalau disebutkan kurang etis. Biarlah yang tahu keluarga para pahlawan saja. Intinya, Pemkab Cianjur sudah mengapresiasi dan ikut belasungkawa kepada 12 keluarga Pahlawan Demokrasi.

“ Bantuan melalui santunan berupa uang yang diberikan itu disesuaikan dengan pagu anggaran, sesuai anggaran Pemkab Cianjur. Kemudian untuk petugas Pemilu yang masih terbaring sakit di RS itu digratiskan,” jelasnya.

Herman juga menyebutkan, masih banyak petugas penyelenggara Pemilu yang masih sakit. Mereka ada di RSUD Cianjur, Cimacan dan Rumah Sakit (RS) lainnya. Bahkan Ketua KPUD Cianjur beserta istrinya pun masih dirawat.

” Saat ini terhitung ada sekitar 89 orang yang sudah terdata dirawat, baik di RSUD Cianjur, dan Cimacan. Hal ini merupakan upaya menyembuhannya, dan mengenai biaya pengobatannya digratiskan oleh Pemkab Cianjur, khususnya untuk petugas penyelenggara Pemilu, dengan konteks ada batasannya,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here