Tugu yang dibanguan Pemkab Cianjur di pertigaan Beunying, Pacet Cianjur

Liputan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur  namkanya tengah demam tugu. Pembangunan tugu baru dengan bentuk mangkok bubur ayam jago dibangun di pertigaan Beunying, Kecamatan Pacet, Cianjur. Karuan saja pembangunan tugu tersebut jadi sorotan berbagai lapisan masyarakat.

Kesatuan Majelis Adat (MA) Gagang Cikundul, Susane F mengatakan, tim kreatif harus mengetahui serta mengenal secara detail, fungsi, jumlah tugu berdasarkan modelnya. Karena sebuah tugu harus menjadi identitas atau ciri khas suatu daerah.

Seperti mengenai tugu mangkok bubur ayam cap jago. Tim kreatif harus memahami asal-usulnya, kenapa bisa ada di Cianjur.

“ Bisa jadi, karena menilai sejarah dari Tionghoa yang sudah memang berkembang di Cianjur,” ucap dia.

Menurut Susane, mengenai sejarah mangkuk bubur ayam jago itu berawal pada zaman Dinasti Ming. Tidak menutup kemungkinan tugu tersebut mengarah kesana. Awal mula keberadaan Tionghoa di Cianjur yang artinya bisa saja pendapatnya itu akan menjadi sebuah kontroversi.

“ Dalam sejarah Tionghoa memang sudah membantu perekonomian di Cianjur sejak tahun 1.800, sebagai bukti kuatnya di Cianjur  ada Toko Shianghai, Wisma Karya dan bangunan lainnya. Hal tersebut membuktikan bahwa Tionghoa sudah berkembang di Cianjur, pada zaman Aria Wiratanu VI,” ujar, Susane.

Berbeda dengan pandangan Budayawan Cianjur Abah Ruskawan. Dia menilai, setiap pembangunan di daerah itu bukan untuk pemerintah melainkan untuk rakyat. Karena penghasilan suatu daerah bersumber dari potensi daerah yang dikembangkan rakyat.

“ Pemerintah seharusnya nanya dulu ke masyarakat melalui aspirasi, jangan sampai setelah selesai dibangun menuai protes dari berbagai lapisan masyarakat dan harusnya hal tersebut dijadikan peringatan. ” ujar Abah Ruskawan.

Selanjutnya, Abah Ruskawan menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan kajian akademis terlebih dahulu sebelum melakukan pembangunan. “Apa pun pembangunannya itu harus melakukan kajian akademis serta visibility harus jelas,” tegas Abah Ruskawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here