Pembentukan panitia pemilihan BPD Cipeuyeum di aula Desa Cipeuyeum

Laporan : Agus

Cianjur, metropuncaknews.com – Masa jabatan ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cipeuyeum Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur periode 2013-2019, telah habis. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pihak Desa Cipeuyeum  melaksanakan Pembentukan Panitia Pemilihan Anggota BPD untuk Periode 2019-2025 dengan menghadirkan semua RT, RW dan juga tokoh masyarakat, Senin (7/1).

Acara pembentukan pemilihan ketua dan anggota BPD Cipeuyeum berjalan dengan sangat demokratis. Berdasarkan kesepakatan bersama, maka terbentuklah kepanitiaan yang berjumlah 11 orang. Yaitu 8 orang dari anggota masyarakat dan 3 orang dari pemerintahan desa.

Mereka yang terpilih menjadi panitia langsung mengadakan rapat untuk membentuk susunan kepengurusan dari mulai Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Berdasarkan hasil musyawarah untuk mufakat, maka terpilihlah  Ujang Sopiandi sebagai ketua pemilihan BPD Cipeuyeum.

Saat ditemui setelah acara, Kepala Desa Cipeuyeum Gugun Gunawan mengatakan, untuk membenahi kepengurusan anggota BPD yang masa jabatannya sudah habis, maka pihaknya melaksanakan pemilihan pembentukan panitia. Semuanya itu dibentuk dan dipilih oleh para RT, RW dan tokoh masyarakat Desa Cipeuyeum.

“ Semoga nanti calon calon perwakilan dari setiap kedusunan yang terpilih mampu menjadi penyambung aspirasi dari masyarakat dan kontrol dari semua program-program desa, demi terwujudnya pembangunan yang diharapkan masyarakat,” ucap dia.

Selain itu Gugun juga mengatakan, bukan hanya anggota BPD saja yang hari ini masa jabatannya sudah habis namun lembaga-lembaga seperti LPM, Bumdes dan Karang Taruna pun akan segera dilaksanakan pemilihan untuk kepengurusannya. “ Mudah-mudahan di bulan Januari ini semuanya selesai,” harap Gugun.

Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Anggota BPD, Ujang Sopiandi mengatakan, untuk mempercepat proses pelaksanaan, pihaknya mulai besok telah mengintruksikan untuk membuka pendaftaran calon anggota BPD dengan persyaratan Ijazah yang sudah dilegalisir.  SKCK dan juga Surat Keterang sehat dari dokter. Sedangkan untuk ijazah minimal harus tamatan SMP atau sederajat.

“ Semuanya ini akan disosialisasikan kepada seluruh masyarakat mulai dari tingkat ke RW an lalu semua itu naik ke tingkat kedusunan dan baru masuk ke panitia, semoga semua proses nanti dapat berjalan dengan baik dan selesai pada akhir Januari ini,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here