Warga Desa Sindangjaya secara antusias mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan pihak desa

Liputan : Sam AS

Cianjur,metropuncaknews.com – Dana bantuan RT senilai Rp. 11,5 juta, tiap  RT /tahun, untuk Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, bisa dikatan terlambat. Karena terhalang dengan kegiatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) beberapa bulan lalu. Namun setelah dilantiknya Kades Sindangjaya terpilih, maka dana bantuan RT tersebut baru bisa dicairkan. Selanjutnya dialokasikan pada pembayaran insentif para Ketua RT/RW,  pemberdayaan masyarakat, pembinaan kepemudaan, ketertiban, keamanan, keagamaan dan kesehatan (Dasawisma) yang dilaksanakan di setiap ke RT-an.

Seperti halnya, kurang lebih 100 orang warga Kampung Sindangwargi RT 02, 03,04,05/02, Desa Sindangjaya,  mengikuti  pembinaan pemberdayaan masyarakat.  Kegiatannya  dilaksanakan di halaman rumah Ketua RW 02, Rabu (11/07).

Kepala Desa Sindangjaya, Juandi (57) mengatakankan, keterlambatan pencairan dana bantuan RT senilai Rp. 11, 5  juta tiap RT nya itu, akibat adanya pelaksanaan Pilkades. Bamun setelah dirinya dilantik menjadi Kepala Desa Sindangjaya, maka dana bantuan tersebut dicairkan dan langsung dialokasikan sesuai dengan Daftar Usulan Rencana Kegiatan (DURK)  yang telah disepakati bersama.

Seperti dialokasikan  untuk Insentif Ketua dan Pengurus RT/RW dan pada pemberdayaan masyarakat, pembinaan kepemudaan, kesehatan (Dasawisma), Ketertiban dan Keamanan lingkungan.

Untuk keagamaan,   sebanyak 9 RW dan 34 RT dilaksanakan pembinaan, tentang Dasawisma, Ketertiban & Keamanan, kepemudaan dan keagamaan. Kegiatannya dilaksanakan disetiap ke RT-an.

” Maka dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan seluruh masyarakat Desa Sindangjaya, kesejahteraannya meningkat. Hingga mampu mengangkat nama baik Desa Sindangjaya dan Kabupaten Cianjur,” ucap Juandi.

Sementara itu, Ketua RW 02, Kampung Sindangwargi, Ateng Sahroji (55) mengatakan, dengan dilaksanakannya kegiatan pembinaan kemasyarakatan, pihaknya merasa bersyukur. Karena sedikitnya akan meringankan beban pembinaan para Ketua RT/RW.

Seperti menggerakan kegiatam ronda malam. Itu akan mudah menggerakan masyarakat. “ Karena kegunaan dan kepentingan melakukan ronda malam telah diketahui masyarakat dalam pembinaan sekarang dan berbagai kemasyarakatan lainnya akan mudah diarahkan pada masyarakat,” jelas Ateng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here