Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com, Pembangun Ruang Kelas Baru (RKB) 1 lokal SDN Karyajaya di Kampung Cibiuk Desa Sukaratu Kecamatan Bojongpicung Cianjur, diduga kuat tak sesuia bestek. Padahal biaya untuk RKB tersebut dibiayai dari Bantuan Provinsi Jabar,  senilai Rp.129 juta lebih.

Dugaan tersebut muncul setelah melihat matrial pasir bahan adukan menggunakam pasir mirip tanah merah. Demikian bata merah yang dipergunakan diduga tidak berkualitas. Selain itu, juga campuran semen tidak memenuhi setandar dan tidak memperkerjakan tenaga warga setempat.

Salah seorang tokoh pemuda setempat, Dedi Oboy (45) mengatakan, pembangunan RKB tersebut dikerjakan CV. Salma Sejahtra Cianjur. Namun pengerjaannya diduga kuat menyalahi bestek. Bahkan, bata merahnya patah-patah dan banyak yang hancur. “ Juga tenaga pekerjanya bukan warga setempat, melainkan para pekerja bawaan pemilik CV dan banyak lagi pelanggaran yang menyalahi bestek,” ujar Dedi Oboy pada awak media.

Dedi berharap, . petugas yang berkompenten segera turun tangan untuk memeriksa pembangunan RKB tersebut. Karena bila kwualitas bangunan SD tidak bena,r maka takut terjadi hal yang tidak diinginkan semua pihak. “ Sebab lokasi tanah di lingkungan SD tersebut tergolong labil, seperti beberpa tahun kebelakang pernah bangunan sekolah Karyajaya ambruk  3 lokal,” ucap Deni Oboy.

Sementara itu, salah seorang pekerja  tukang yang dipercaya pihak CV. Salma Sejahtra,  Dendi (28) mengatakan, memang benar matrial pasir untuk bahan adukan mirip tanah merah. Menurut dia, hal itu terjadi karena pihak suplayer salah kirim. Bahkan paernah ditegurnya. “Kalau sekarang digunakan karena telah dicampur matrial pasir yang bagus,” akunya.

Disinggung mengenai bata merah, Dendi menyebutkan. Pihaknya sama sekali tidak tahu. Karena bukan kapasitasnya dan mengenai tenaga kerja pihaknya mengaku menggunakan tenaga kerja warga setempat sebanyak 1 orang. “ Sedang tenaga kerja lainnya itu bawaan dari kampungnya,” kilah Dendi.

Dilain pihal, Ketua Komite SDN Karyajaya, Ustad Pahru (46) mengatakan, pihaknya mohon maaf. Karena pelaksanaan pembangunan RKB tersebut, belum diketahuinya secara jelas. Karena pihak rekanan belum memberi kabar.

Lebih lanjut Pahru mengatakan, sepekan yang lalu pihaknya pernah diberi tahu oleh Kepala Sekolah, kalau SDN Karyajaya akan diberi pembangunan tambahan lokal. Namun pihak sekolah hanya selaku penerima manfaat. Tunggal menerima kunci saja,  sedangkan yang mengerjakan pembangunnya adalah CV. Salma Sejahtra.

Namun sayang pihak dari CV Salma Sejahtera hingga kini tidak memberi kabar mengenai pembangunan RKB tersebut. “ Untuk itu mungin besok akan datang ke SDN Karyajaya, guna mengontrol bangunan,” jelas Pahru, Senin (21/06) kemarin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here