Pembangunan Masjid Raya dan Rest Area Citarum ini, pada tahap pertama sempat mangkrak hingga hampir setengah tahun

Liputan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Pembangunan Mesjid Raya dan Rest Area Citarum, yang berlokasi di Kampung Neglasari RW 11, Desa/Kecamatan Haurwangi, pada pelaksanaan pembangunan tahap pertama sempat mangkrak hingga berbulan bulan. Sekarang pembangunan Rest Area tahap dua mlai dikerjakan kembali. Pembangunannya dilaksanakan PT. Aisah Bangun Raya yang beralamat di Kota Bandung dan  SPK dari pihak pemerintah provinsi telah diterbitkan dua bulan lalu. Tepatnya sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri 1439 H, kemarin.

Namun, pengerjanya belum terlihat serius. Hanya ada tumpukan batu dan beberapa orang pekerja melaksanakan pembersihan lahan. Seperti menebang  pohon dan membabat rumput di lahan yang akan dibangunkan kios kuliner. Melihat kenyataan tersebut, warga setempat merasa riskan. Pasalnya, warga khawatir pembangunan masjid dan rest area itu akan mangkrak kembali.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kecamatan Haurwagi,  Mahram  (52) mengatakankan, dengan diteruskannya pembangunan Masjid Raya dan Rest Area Citarum Kecamatan Haurwangi, tahap dua yang dikerjakan PT.Aisah Bangun Raya, dengan nilai Rp. 4,8 Milyar lebih itu, menandakan keseriusan pihak pemerintah untuk membangun Rest Area.

Keseriusan pihak pemerintah membangun Rest Area, perlu disambut antusias warga setempat. Namun perlu pula ada  kontrol dari  warga setempat. Supaya pengerjaan pembangunannya dilaksanakan sesuai atiran yang ada. Sesuai Juklak, Juknis dan bistek. Hingga kejadian mangkraknya pembangunan Masjid dan Rest Area, tidak terulang lagi,

Selain itu, Mahram mengatakan, sebenarnya pembangunan rest area  tahap dua, itu harus sudah  dilaksanakan pada dua bulan yang lalu.  Karena SPK yang diterbitkan pemerintah sudah lama dan sekarang terlihat pengerjaannya hanya baru beberapa hari kebelakang. Biarpun kondisinya seperti itu, diharapkan pihak PT. Aisaha Bangun Raya tidak banyak melanggar aturan. “ Hingga pembangunannya mangkrak  hingga berbulan-bulan atau wanprestasi,” ucap Masram pada awak media.

Dilain pihak, pengawas pelaksana pekerjaan PT. Aisah Bangun Raya saat dikofirmasi, Selasa (02/08) di lokasi pembangunan, Engmus (50) menjelaskan,  pengerjaan pembangunan di Rest Area tahap dua dikerjakan PT. Aisah Bangun Raya yang beralamat di Bandung. Pengerjaan pembangunan rest area tahap dua dengan nilai Rp. 4,8 Milyar lebih itu, hanya mengerjakan tiga aitem saja. Yaitu membangun Stand kios untuk kuliner, suvenir, Ampli Teathre dan pembangunan Pos Keamanan (Sekuriti).

Mengenai mulainya pelaksanaan penverjaan proyek itu, dilaksanakan sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sekitar 40 hari kebelakang. Semua itu bukannya tidak melaksanakan pekerjaan melainkan pekerjaan perbesian, melaksanakan rangka besi dilaksanakan di tempat lain dan setelah selesai nanti akan dipasang di lokasi pembangunan rest area.

Selain itu, pengerjaan pembangunan seharusnya di lokasi rest area sudah siap. Namun, karena ada pengerjaan lain. Seperti halnya pengerjaan cut and fill di lokasi pembangunan kios kuliner. Karena itu maka pihaknya terpaksa harus meratakan lahan terlebih dulu lahan.

Sedangkan dalam RAB pembangunan rest area tahap dua, itu tidak ada biaya untuk pengerjaan cuut and fill. Karena itu itu pihaknya sedang mengajukan anggaran pengerjaan cut and fill  untuk pembangunan kios kuliner.

“ Biarpun seperti itu, tetap saja kami akan mengacu pada waktu yang telah ditentukan dan semoga tidak terjadi wanprestasi, bekerja sesuai aturan yang ada dan tepat waktu,” kilah Engkus kemarin,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here