Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Pembangunan kios darurat sebanyak 1000 unit di lahan sub terminal Ciranjang yang mulai dibangun  pada 6 Oktober 2020 lalu, mangkrak. Pelaksanaan pembangunannya baru mampu sekitar 565 unit. Itu pun belum selesai 100% melainkan baru selesai 90%. Slain itu, pengerjaannya sudah berhenti selama dua pekan, hingga nampak kumuh.

Ketua Dewan Perwakilan Pedagang (DPP) Pasar Ciranjang, H. Deden Ependi S. H mengatakan, pembangunan kios darurat pasar Ciranjang   di Sub Terminal Ciranjang sebanyak 565 Unit dikerjakan PT. Luhung Ciranjang, sekarang terlihat mangkrak. Bahkan para pekerja tukang diberhentikan untuk sementara. Padahal kios darurat tersebut sangat dibutuhkan segera oleh para pedagang.

Deden menegaskan, pembangunan kios darurat yang dikelola PT. Luhung, sebenarnya 1000 unit. Namun yang baru dibangun dilahan milik Sub Terminal sebanyak 565 Unit. Sebagian lagi nantinya akan dibangunkan di lahan milik Pemkab Cianjur yang ada di pinggir bangunan pasar Hanggar yang lokasinya hanya beberapa meter dari Sub Terminal.

Mangkraknya pembangunan kios darurat itu, sudah mendapat dua kali  teguran dari pihak Dinas Perdagangan Cianjur dan dari Dewan Perwakilan Pedagang (DPP) Pasar Ciranjang yang nota bene sebagai pemilik kios darurat.

Namun menurut pihak pengembang, dalam waktu dekat akan dilaksanakan lagi pembangunan kios darurat yang sekarang hanya tinggal penerangannya saja.  ” Akan segara diteruskan pembangunan khususnya yang berada di lokasi Sub Terminal sebanyak 565 Unit kios darurat, itu hanya tinggal memasang penerangannya saja,” ujar salah seorang perwakilan dari pengembang.

Karena itu pihaknya mengharapkan pada pihak rekanan, agar segera merampungkan pembangunan kios darurat yang baru selesai sebanyak 575 unit itu. “ Supaya para pedagang bisa berjualan dengan nyaman dan kios tertata rapih,” kata Deden, Kamis (12/11).  

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Ciranjang, Agus Mulyana, S.IP membenarkan, kios darurat yang direncanakan dibangun itu sebanyak 1000 unit. Namun sekarang baru dibangun sekitar 565 unit, itu pun baru selesai 90%, hanya tinggal memasang penerangannya.

Selain itu sambungnya,  pihak UPTD Pasar Ciranjang, hanya sebagai  penerima manfaat. Sedangkan yang berkompenten dalam masalah pembangunan kios darurat itu pihak DPP Pasar Ciranjang sebagai perwakilan dari para pedagang.

“ Setelah selesai 100 % yang sekarang sedang dibangun, maka akan diteruskan pembangunan kios darurat di lahan yang tak jauh dari lokasi yang sekarang dibangun,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here