Pembangunan kantor Kecamatan Naringgul yang mangkrak

Laporan : Shandi

Cianjur metropuncaknews.com – Lagi-lagi ditemukan pembangunan gedung yang mangkrak di Cianjur Selatan, Jawa Barat. Kali ini hasil temuan awak media tertuju ke pembangunan kantor Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan.

Sudah bukan rahasia lagi, tertangkapnya Bupati Cianjur IRM dan kroninya dalam OTT pemerasan DAK dan pendidikan baru-baru ini.

Berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri tanggal 13 Desember 2018, yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jum’at 14 Desember 2018.

Maka roda kepemimpinan Kabupaten Cianjur diserahkan pada  Wabup Cianjur H. Herman Suherman, yang kini sudah dilantik menjadi PLT Bupati.

Saat ini, para tokoh dari enam desa se Kecamatan Naringgul, kembali mempertanyakan dan menuntut kepada PLT Bupati dan Pemda Cianjur, untuk meminta jawaban terkait perpindahan kantor Kecamatan Naringgul.

Karena, perpindahan tersebut dinilai banyak merugikan masyarakat. Sebab belum adanya kejelasan bagaimana penyelesaian permasalahan kantor Kecamatan Naringgul, yang kini masih menjadi polemik.

Sebelumnya enam bulan yang lalu, para tokoh dari enam desa tersebut pernah  mengadakan aksi auden, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Bahkan pernah mendatangi kantor DPRD Kabupaten Cianjur, untuk mempertanyakan serta menyatakan menolak keras atas rencana berpindahnya kantor Kecamatan Naringgul.

Hasil pantauan dilapangan, pembangunan kantor kecamatan yang baru di Desa Wangunjaya ini, sudah dilaksanakan sejak enam bulan yang lalu. Kini kondisi bangunannya sudah hampir 50%. Tapi  sekarang mangkrak tidak ada lagi akitivitas pengerjaan.

Nampak kondisi bangunan yang sudah mulai kumuh, beratapkan rapuh, serta dindingnya belum di pelester. Intinya kalau malam tiba, terlihat seperti rumah hantu, terlebih belum adanya lampu penerangan.

Pernyataan tersebut diperkuat Apih Dadang Kadarusman (67) bersama tokoh-tokoh dari keenam desa lainnya.

” Kami belum mengerti dan tidak paham dengan mantan Bupati Cianjur (IRM) dan Pemkab Cianjur, atas kebijakannya yang telah menyetujui kantor kecamatan pindah ke Desa Wangunjaya.

“ Yang kami herankan, kenapa BAPPEDA  serta Dinas PUPR, tidak mengkaji dulu saat memutuskan tempat yang baru untuk kantor Kecamatan Naringgul di luar Desa Naringgul,” kata Apih Dadang Kadarusman, Selasa (18/12).

Pihaknya, selaku tokoh di Naringgul minta penjelasannya. Belum lagi dengan tidak jelasnya ijin amdalnya. Karena sudah jelas di Kampung Cilandak Puncakwangi Desa Wangunjaya tanahnya tergolong labil, sehingga rawan  longsor..

“ Selain itu berdekatan juga dengan perbatasan Kecamatan Cidaun, sehinga kedepannya akan menyulitkan masyarakat Naringgul, ketika akan membutuhkan adminduk kecamatan, “tambahnya.

Lanjut Apih Dadang, maka  dari  itu  pihaknya  mohon  pada Plt Bupati Cianjur H Herman Suherman untuk segera turun ke Naringgul meliihat langsung lokasi. Supaya Plt Bupati bisa tahu kondisi lokasi kantor kecamatan yang baru dan tidak layak untuk dijadikan perkantoran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here