Ilustrasi

Laporan : Dhani/Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Carut marut pembagian dana bantuan untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang terkait adanya pandemi covid-19, masih menjadi pertanyaan publik. Khususnya bagi para anggotanya sendiri.

Padahal, pendataannya dilakukan sama seperti pada umumnya. Artinya setiap anggota Gapoktan dicatat namanya sesuai dengan KTP nya masing-masing.

Hal itu dilakulan lantaran mereka juga sama terdampak pandemi virus covid-19. Pemerintah pusat pun sudah memberikan perhatian khusus bagi para petani tersebut. Yaitu dengan mengucurkan dana bantuan yang nilainya sangat fantastis untuk gapoktan.

Namun yang menjadi menarik perhatian awak media, pembagian bantuan tersebut diduga tidak merata dan terdengar janggal ditelinga.

Lantaran Ketua Gapoktan sulit ditemui, akhirnya sejumlah awak media menanyakan perihal adanya kejanggalan itu kepada Kepala Desa Sukamanah. Alhasil didapati keterangan yang kurang baik.

Kepala Desa Sukamanah Enang S, awalnya mengaku tidak tahu adanya bantuan untuk Gapoktan. Karena tidak ada laporan kepada pihaknya.

” Awalnya saya tidak tahu adanya bantuan itu, namun setelah ramai dibicarakan, dipencairan yang terakhir kalau nggak salah baru ada laporan sama saya, itu juga karena ada masalah jadi baru lapor,” kata Enang S saat ditemui di kantor Desa Sukamanah, Selasa (1/09).

Enang menyebutkan, adanya bantuan saja pun ia mengaku tidak tahu. Padahal berdasarkan temuan dilapangan bantuan itu memang ada dan adanya pemotongan pun itu terjadi.

Sementara saat hendak dikonfirmasi kebenaran dan kejelasannya seperti apa, pihak yang bersangkutan masih sulit ditemui. Padahal jika benar sampai terjadi adanya pelanggaran terkait penyaluran dana bantuan tersebut itu merupakan pelanggaran dan bisa dipidanakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here