Laporan : Najib/Sandi.

Cianjur, metropuncaknews.com – Pelayanan RSUD Sayang Cianjur nampak masih banyak dikeluhkan warga. Terlebih bagi pasien yang menggunakan kartu BPJS.

Satu diantara sekian banyak pasien yang mengeluhkan pelayanan RSUD Sayang Cianjur, adalah Purnawirawan TNI K Harahap. Ia datang pada hari Kamis (26/12) kemarin, dengan keluhan sakit buang air besar berkali-kali.

Saat itu keluarga pasien berkeinginan, pihak RSUD mendiagnosa sekaligus mengobservasi penyakit yang dikeluhkan pasien.

“Saya gak paham harusnya kan di diagnosa dan diobservasi penyakitnya apa. Ini malah disuruh pulang sambil ngasih resep obat,” kata salah seorang keluarga pasien.

Dengan perlakuan seperti itu, pasien pun terpaksa pulang ke rumah dengan membawa obat. Kendati demikian, meski sudah minum obat, buang air besar masih terus menerus, dan pada malam harinya pasien kembali dibawa ke RSUD dengan harapan bisa di rawat inap.

“Pihak RSUD mengatakan, kalau mau di rawat inap harus pindah ke umum. Itu sama hal nya dengan BPJS tidak bisa digunakan,” akunya.

Dengan adanya kejadian seperti itu, otomatis membuat pihak keluarga sangat heran dan kecewa.

Menyikapi hal tersebut, ketua LBH Bravo Komando Coky S Harahap menuturkan, atas nama keluarga pasien, kami meminta kepada PLT Bupati Kab. Cianjur, H. Herman Suherman, supaya Direktur RSUD Sayang Cianjur, secapatnya diganti. Dan kalau perlu Dokter-dokternya pun, di revisi ulang, dengan alasan tidak profesional.

“Menurut saya, ini persoalan menyangkut masyarakat Cianjur yang membutuhkan pelayanan yang sama dengan pasien umum lainnya,” tutur Coky, Jum’at (27/12) saat ditemui di kantor LBH Bravo Komando.

Lanjut Coky, intinya jangan sampai ada perlakuan diskriminasi terhadap pasien yang kurang mampu.

“Seandainya ini dibiarkan berlarut-larut tentunya akan membuat pandangan buruk untuk Pemkab. Cianjur,” ujar Coky.

Coky juga mengatakan, pihaknya akan menindak lanjut kejadian itu ke DPRD Kabupaten Cianjur, untuk segera di audensikan.

“Apabila Pemkab Cianjur, tidak menindak tegas oknum-oknum RSUD sayang cianjur, maka saya tidak akan segan untuk mengirim surat ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atau Presiden Jokowi atas buruknya pelayanan di RSUD Sayang Cianjur ini. ” tegasnya.

Sementara, Humas RSUD Sayang Cianjur    Raya mengatakan, Direktur RSUD Sayang Cianjur sedang cuti, terkait adanya pengaduan pelayanan tersebut, akan di klarifikasinya kepada petugas ataupun Dokter yang menangani pasien tersebut.

“Ya, hubungan dengan Direkturnya sedang cuti, permasalahan ini akan segera saya klarifikasi kepada petugas ataupun dokter yang sudah menangani pasien itu. Adapun hasilnya bagaimana, nanti akan  disampaikan kepada pimpinan, kata Raya.

Lanjutnya, langkah seperti apa yang seharusnya kami lakukan, sebab itu merupakan pertimbangan dan keputusan pimpinan.

“Kami hanya melaksanakan tugas dan perintah dari pimpinan saja, jadi tidak bisa memutuskan sendiri – sendiri,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here