Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Bantuan untuk Usaha Mikro Kecil Mandiri (UMKM), nampaknya sangat dinantikan masyarakat menengah kebawah. Pasalnya semangat usaha mereka terbentur dengan keterbatasan modal. Sehingga untuk mencapai hidup sejahtera, dirasa masih sangat jauh.

Berdasarkan pantauan dilapangan, ditemukan adanya laporan warga penerima bantuan UMKM tidak tepat sasaran. Seperti halnya, pemilik usaha mikro yang sudah berjalan lancar malah mendapat bantuan. Selain itu ada juga yang karena faktor kedekatan.

Menyikapi hal tersebut jelas mengundang kekecewaan pemilik usaha mikro yang benar-benar sangat dan layak diberikan bantuan.

Ya, bagaimana tidak ketika seseorang sedang menjalankan usaha mikro, tetapi penghasilannya jauh dari kata cukup. Sehingga uang untuk modal pun terpakai untuk biaya hidup. Alhasil usaha yang dijalankannya itu tak kunjung berkembang/maju.

Hal tersebut diakui Lilis warga Kampung Majakane Desa Sukamanah, Cugenang-Cianjur. Setiap hari, ia bersama warga sekitar menekuni usaha pembuatan arai (batangan seperti lidi terbuat dari bambu untuk sangkar burung).  

Lilis mengaku, membeli bahan (Bambu) dengan modal sendiri. Kemudian direcah menjadi arai. ” Ya, memang modalnya hanya sebesar puluhan ribu, tetapi setelah jadi arai hanya dibeli Rp. 500,-./per ikat arai,” kata Lilis.

Lilis melanjutkan, memang pekerjaannya tidak berat. Bisa dilakukan sambil nonkrong di depan rumah. Tapi mungkin kalau ada bantuan modal usaha setidaknya ada keringanan modal untuk membeli bahan.

” Penghasilan sehari untuk satu sangkar burung itu hanya Rp. 2000,-. Karena nggak pekerjaan lain ya ditekuni dan Alhamdulillah ada lah buat beli beras,” ujarnya.

Warga lain menambahkan, yang poto-poto dan tanya-tanya sudah ada, tapi realisasinya belum ada sampai sekarang.

” Seumpama ada bantuan modal usaha, mungkin kami bisa membeli bambu untuk dijadikan stok membuat arai. Jadi kalau ada stok bambu membuat arai akan banyak dan penghasilan pun akan bertambah,” ujarnya menegaskan.

Ditegaskannya, turunnya bantuan usaha mikro tersebut, memang benar-benar sangat dinanti-nantikan oleh mereka yang memiliki semangat usaha. Namun tak memiliki modal untuk menjalankan usahanya itu. “ Karena itu, kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah, khususnya dinas instansi terkait,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here