Acara Deklarasi pelaku usaha/industri dalam mendukung percepatan, pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum

Laporan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Bertempat di Convention Centre 1 Trans Mart Luxury Hotel, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat terus melakukan langkah-langkah terkait penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, sebagai sungai terpanjang dan terkotor di dunia.

Acara tersebut dihadiri Menko Maritim Jendral TNI (Purn) Luhut B Panjaitan, Menristek, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Perwakilan Polda Jawa Barat, Komandan Sektor, Pangdam III/Siliwangi, para pengusaha di Jawa Barat, Kejaksaan dan Dirjen Pertanahan, Jaksa Agung Muda , Apindo serta Dirjen LHK.

Pada acara tersebut Luhut Panjaitan menegaskan, pengusaha/pabrik jangan pernah main-main, Baik dengan pajak maupun pengelolaan dan pembuangan limbah yang mencemari sungai Citarum. Karena saat ini pencmaran Sungai Citarum sudah sangat menghawatirkan. “Peemerintah akan melakukan upaya upaya penindakan setelah upaya deklarasi dan sosialisai,” kata Luhut Panjaitan.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, dengan Keppres yang baru, sampah bisa dikelola menjadi bio disel, aspal plastik dan energi terbarukan. Selain itu juga pembibitan tanaman keras serta relokasi kawasan penduduk. “ Mereka akan dialih profesi jadi tidak ada pengangguran, serta merubah prilaku masyarakat di sekitar DAS Citarum,” jelasnya. Luhut juga mengingatkan, para pelaku usaha harus memilik amdal, pengolahan dan pengelolaan limbah pabrik. Sekaligus patuh pada peraturan hukum yang ada.,” imbuhnya.

Selain iti, juga perlu adanya regulasi, sinergi, satu komando, kemitraan usaha berwawasan lingkungan, karakter partisipasi masarakat dan teknologi. Karena keberhasilan merupakan kerja keras dan kerjasama semua pihak.

Pada acara tersebut, juga dilakukan sesi tanya jawab. Baik dengan pengusaha maupun penggiat lingkungan, pemerhati lingkungan dengan mentri Menko Maritim.

Selanjutnya Deklarasi pelaku usaha/industri  dalam mendukung percepatan, pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum, oleh para pengusaha dan para tamu undangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here