Laporan : Shandi/Dani

Cianjur, metropuncaknews.com – Banyak warga Cipanas Cianjur yang merasa jengkel atas ulah pelaku-pelaku perdagangan manusia atau human trafficking di wilayahnya. Karena itu, warga melaporkan kegiatan tersebut kepada pihak Kepolisian Resort Cianjur. Atas laporan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengungkap keresahan warga itu. Sebanyak lima (5) orang tersangka trafficking, berhasil ditangkap dan di amankan, berikut sejumlah barang buktinya.
Dalam Konferensi Press, Selasa (7/10) di Mapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto SIK. SH. M.Hum, mengatakan, ke lima tersangka Human Trafficking, ditangkap di salah satu villa atau perumahan elite Kota Bunga Kecamatan Pacet.

Dari kelima tersangka tersebut, tiga orang berjenis kelamin wanita, dan dua orang lady boy  yang melakukan aksinya atau kegiatan seks di kawasan Kota Bunga.

” Delapan korban dan lima orang tersangka yang diduga sebagai mucikari, telah kita amankan, berikut sejumlah barang bukti, seperti telepon gengam, alat kontrasepsi dan kendaraan yang digunakan tersangka,” jelas AKBP Juang Andi Priyanto.

Lanjutnya, aktivitas yang dilakukannya itu, menjajakan pekerja seksual kepada pada pengunjung yang menginap di kawasan Kota Bunga. Adapun tarifnya bervariatif. Yakni mulai dari Rp.300.000,- short time dan Rp. 1.000.000,- long time.

“Modus operandinya, tersangka menawarkan korban dengan cara berkeliling menggunakan kendaraan roda empat milik seorang mucikari berinisial DA (28), ke sejumlah wisatawan yang menginap di villa-villa atau perumahan elite tersebut,” paparnya.
Masih dikatakan Kapolres Cianjur, sebelumnya para tersangka, merekrut korban untuk dijadikan PSK dan ladyboy dengan upah Rp. 300.000,- perorang setiap kali melayani tamu. Untuk ladyboy hanya disuruh menari saja dengan tarif Rp. 400.000,- perjam.

” Tersangka akan dijerat pasal 2 ayat (1) Undang-undang nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun,” tegasnya.
Meyikapi hal tersebut pihak Kepolisian Resort Cianjur akan mendalami kasus human trafficking, yang diduga terjadi di sejumlah kawasan villa di wilayah Cianjur utara. Termasuk menyelidiki adanya dugaan aktivitas seks komersial sesama jenis.

” Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk menjerat wisatawan asing yang melakukan asusila,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here