Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Pelaksanaan pelantikan dan bimbingan tekhnis Pengawas Tempat Penghitungan Suara (PTPS)  seKabupaten Cianjur digelar  di Gedung PGRI Cianjur, Senin (16/11) sekira pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB. Namun Panwascam Cianjur Kota, terkesan memaksakan. Hingga tak mengindahkan protokol kesehatan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pelaksanaan kegiatan gelombang keempat pada pukul 19.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB, diikuti oleh lebih dari 50 peserta. Tapi pihak penyelenggara tidak menerapkan psikal distansing (jaga jarak).

Menyikapi hal itu, Wildan bagian kesekretariatan mengatakan, tugas fungsi PTPS sebetulnya kalau koridor menjelaskan itu ada di PTPS Kecamatan. Karena pihaknya berada di kesekretariatan, tidak apa-apa hanya mewakili saja.

” Kegiatan ini adalah bagaimana mengawali kaitan dengan perjalanannya pesta demokrasi di tingkatan TPS masing-masing, supaya berjalan sesuai dengan koridor hukum aturan yang berlaku. Baik itu di PKPU maupun ke bawah, terutama terkait dengan penegasan protokoler kesehatan di masa pandemi covid 19,” terang Wildan saat ditemui usai kegiatan.

Wildan juga mengatakan, tujuannya agar tidak menciptakan klaster baru, ketika hari ini dilaksanakan kegiatan pemilihan bupati Kabupaten Cianjur. “ Nantinya tidak membuat Cluster baru dalam penyebaran Covid 19,” katanya.

Disinggung mengenai kapasitas peserta pelantikan dan bimtek, ia menjawab itu terjadi karena tekhnis. Karena pihak gedung PGRI membatasi pemakaian gedung hanya sampai pukul 21.00 WIB.

” Gelombang 1, 2, 3 kita tetap menerapkan psikal distansing, sehubungan dengan adanya keterbatasan waktu jadi pelantikan dan bimtek PTPS season 4 dari 4 desa/kelurahan disatukan,” jawabnya.

Sebetulnya sambung Wildan, ini juga mau dibagi dua dengan yang diatas. Namun kondisi gedung yang tidak memungkinkan. Karena konstruksi bangunannya agak rapuh jadi ditakutkan faktor keamanan dan sebagainya.

” Oleh sebab itu, kita berinisiatif mau tidak mau karena efektivitas gedung penggunaannya hanya sampai pukul 21.00 WIB,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, agenda kegiatan itu sebenarnya akan dimulai dari pukul 8.00 WIB. Hanya saja tadi pagi gedung dipakai untuk penyerahan SK oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur.

” Atas hal itu, acara baru kita mulai dari pukul 13.00 WIB gelombang 1, pukul 15.00 WIB gelombang 2, 17.00 WIB gelombang 3 dan 19.00 WIB gelombang 4. Nah karena di gelombang 4 ini ada 4 desa/kelurahan, maka disatukan. Tapi kita pun tetap menerapkan protokol kesehatan, hanya saja terkait penjagaan jarak itu karena persoalan tekhnis,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panwascam Cianjur kota, Nono Karyono mengatakan, pihaknya harus bisa menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Jadi pelaksanaan pelantikan dan bimtek ini, sebanyak 366 PTPS Cianjur kota dibagi menjadi empat season.

” Sehingga pelaksanaan pelantikan dan bimtek pengawasan partisipatif di wilayah kecamatan Cianjur bisa terlaksana dengan baik,” katanya.

Lanjutnya, tahapan kampanye dari tanggal 26 September sampai 5 Desember itu mengharuskan seluruh petugas pengawas baik dari tingkat kecamatan, kelurahan, desa maupun tingkat TPS. Yaitu PTPS yang baru dilantik ini. Jelas pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Sehingga semua calon PPS yang dilantik bisa menjalankan sesuai tupoksi selaku PTPS.

” Fungsi petugas dan fungsi pengawas TPS jelas diatur di undang-undang no 7 tahun 2017, terkait dengan bertugas berwenang dan berkewajiban. Jadi kalau pelaksanaan Pilkada sekarang itu jelas-jelas dalam pemilihan Bupati serentak tahun 2020 dalam kondisi wabah virus Corona,” jelasnya.

Terakhir, pihaknya menekankan kepada semua petugas termasuk jajaran Panwaslu Kecamatan, Kelurahan, Desa dan keterikatan Panwaslu Kecamatan Cianjur menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, ” Hal itu harus diterapkan guna mencegah dan mengendalikan dampak covid-19,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here