Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Sedikitnya 16  orang siswa-siswi PKBM Alhijrah Desa Jatisari Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, gelar Safari Camp selama dua hari. Ada pun tema kegitan tersebut, ” Bertahan Hidup Di Alam Bebas”.

Seluruh siswa berjalan kaki kurang lebih sejauh 10 Km. Mereka berangkat dari halaman sekolah BKPM menelusuri jalan setapak, Kali Ciranjang, naik bukit, melewati petang sawah hingga finist di sawah kering dan langsung memasang tenda.

Upacara pembukaan pada jumat malam menjelang HUT Pramuka Ke 60, Sabtu (14/8/2021). Acara dihadiri jajaran Pengurus Kwaran Kecamatan Bojongpicung, Kepala Desa Jatisari dan tokoh masyarakat Desa Jatisari.

Keplaa PPBM Alhijrah, Wandi Ubadilah mengatakan, jumlah seluruh siswa PKBM Alhijrah Desa Jatisari, sebenarnya lebih dari 100 orang. Namun yang ikut kegiatan Safari Camp pada HUT Pramuka Ke 60 itu hanya 16 orang.

Safari Camp dilaksanakan tiada lain untuk melatih mental, disiplin dan ketabahan dalam menjalani kehidupan dimasa yang akan datang. Karena kehidupan dimasa mendatang akan cukup menantang dibanding sekarang.

Maka kegiatan tersebut mengambil tema,” Bertahan hidup di alam bebas,”. Hingga mereka diberangkatkan berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 Km dengan menyelusuri jalan yang penuh tantangan.

Seperti menelusuri jalan setapak, kali, tanjakan, turunan, pematang sawah, bukit dan tebing yang cukup curam. ” Perjalanan penuh tantangan tersebut, hanya merupakan pilosofi perjalanan hidup dimasa yang akan datang,” jelas Wandi.

Hal itu, diharapkankan akan menjadi suatu pengalaman yang berharga bagi mereka. “ Agar bisa berinovatif, kreatif dan disiplin,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jatisari Asep Prasida menambahkan, dengan dilaksankannya Safari Camp dan diakhiri dengan upacara HUT Pramuka Ke 60, pihaknya merasa bersyukur dan terimakasih pada seluruh jajaran Pembina Pramuka PPKM Alhijrah beserta  seluruh pesertanya yang telah peduli memperingati HUT Pramuka Ke 60 dengan hidmat.

” Peserta Upacara HUT Pramuka Ke 60 di Desa Jatisari Bojongpicung, kurang dari 30 orang, tapi maknanya cukup dalam dan tidak menyurutkan rasa semangatnya,” kata Asep Prasida.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here