Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Para pedagang yang berjualan disekitaran Jl. Raya Bandung mengaku penghasilan/omsetnya menurun drastis selama ada aksi demo buruh berlangsung. Hal itu terjadi lantaran adanya penutupan/blokade jalan, sehingga para calon pembeli tidak bisa lewat. ,
Dengan kondisi jalan yang ditutup, jelas para pedagang akan kehilangan calon pembeli, karena tertutup akses jalan. Maka dari itu sangatlah wajar jika para pedagang kehilangan omsetnya selama aksi unjuk rasa berlangsung.

Saat ditemui wartawan, salah seorang pedagang buah mangga di Jl. Raya Bandung tepatnya di depan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Anto pedagang asal Solo mengaku, penghasilannya menurun saat unjuk rasa buruh berlangsung.

“Kalau lagi rame pendapatan jualan buah bisa mencapai kalau di rata-rakatan bisa mencapai Rp. 1.5 jutaan. Nah, selama ada aksi unjuk rasa buruh dari tanggal 23 November kemarin ini turun sampai 50 persenan. Bahkan hari ini saja sudah jam 14.00 WIB, baru dapat uang Rp. 200 ribuan,” kata Anto saat ditemui dilapak dagangnya, Kamis (25/11/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

Masih di lokasi yang sama, umi Yayah (61) pemilik warung depan Disdukcapil, mengeluhkan pendapatan/omsetnya menurun selama ada aksi massa buruh lantaran calon pembelinya/pemohon admistrasi ke Disdukcapil tidak ada/sepi.

“Bisa jadi karena akses jalan yang ditutup sehingga jualan jadinya sepi pembeli,” kata dia.

Dia menambah, selain berjualan di depan Disdukcapil, dirinya juga mengaku sebagai pengurus jalur angkutan perkotaan jurusan Cianjur-Ciranjang. Dia menyampaikan, dampak dari adanya aksi buruh itu penumpang jadi berkurang, lantaran angkutan tidak bisa beroperasi/macet jalannya tertutup akses berlangsungnya longmarch yang memakan badan jalan penuh.

“Banyak sopir angkutan yang mengadu penghasilan berkurang, bahkan untuk setoranpun tidak ada,” kata para sopir kepada umi Yayah.

Dia berharap, dari aksi unjuk rasa buruh itu segera membuahkan hasil yang diharapkan, sehingga kondisi menurunnya omset tidak terulang kembali.

“Ya mudah-mudahan kerja keras para buruh ini bisa ditanggapi dengan serius, sehingga mereka nyaman dalam bekerja sesuai dengan yang diharapkan, dan kami yang berjualanpun diberikan kelancaran dalam mengais rejeki,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here