Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Mang H. Oleh (65) warga Pasir Asem Desa Ciranjang Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, sehari-harinya berjualan buah- buahan di pinggir pintu rel kereta api Ciranjang. Hal itu dikerjakan sudah cukup lama. Tepat mulainya sejak 1990, terhitung hingga kini sekitar 30 tahun.

Namun nahas, ketika PT. KAI melakukan penertiban para PKL yang mangkal berjualan di pinggir rel Kereta api Ciranjang, Kamis (8/4/2021). Mang H. Oleh kena imbasnya. Karena itu, lapak tempat jualannya, terpaksa harus dibongkar pula.

Mang H. Oleh ketika ditanya awak media menjelaskan, pihaknya mengaku berjualan buah-buahan di pinggir pintu tetl kereta api Ciranjang, sejak 1990. Jadi kurang lebih sekitar 30 tahun.

Namun, setelah Pasar Ciranjang kebakaran, para PKL nya berjualan di pinggir rel kereta api.Sekali pun lahan untuk berjualan para PKL telah disediakan pihak UPTD Pasar Ciranjang. Yaitu di lingkungan pasar kios darurat.

Namun menurut para PKL, berjualan di dalam pasar jualannya sepi pembeli. Berbeda dengan berjualan di pinggir rel kereta api dan di tempat lainnya. Namun, baru saja pihak PT. KAI melakukan penertiban. Seluruh PKL dilarang berjualan di pinggir rel kereta api. Bahkan seluruh lapaknya harus dibongkar sendiri dan atau dibongkar paksa pihak petugas.

Demikian juga lapak tempat Mang Oleh  berjualan buah-buahan harus  dibongkar pula. Karena itu, untuk sementara dipindahkan di tempat yang tak jauh dari tempat semula.

Tidah cukup sampai disitu, rumah milik Mang H. Oleh yang berdiri di lahan milih PT. KAI sejak tahun 2014, ditertibkan pula. Namun ada sisa sedikit lahan yang sekarang digunakan orang lain tanpa izin atau pemberitahuan sebelumnya.

Dengan itu, dalam waktu dekat, Mang Oleh akan memohon kembali pada pihak PT. KAI sisa lahan yang dicapluk orang lain tersebut untuk minta dikembalikan lagi. “ Sekaligus memohon izin untuk berjualan di tempat semula,” kata Mang Oleh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here