Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Kolonel Sus Drs. Dede Nasrudin, saat menerima kunjungan rombongan Pasis Seskoau negara sahabat di Museum Dirgantara Mandala.Senin (2/7)

Liputan : Djaka Kumara

Yogyakarta, metropuncaknews.com – Kepala Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala Kolonel Sus Drs. Dede Nasrudin, Senin (2/7) menerima kunjungan rombongan Pasis Seskoau negara sahabat di Museum Dirgantara Mandala.

Kunjungan ke Museum Dirgantara Mandala ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan para Perwira Siswa Seskoau dalam rangka Karya Wisata di Pangkalan Udara Adisutjipto dan Akademi Angkatan Udara Yogyakarta.

Kunjungan wisata Pasis Seskoau dari negara sahabat ini, diikuti 6 orang perwira siswa dari negara sahabat. Diantaranya dari Australia, Malaysia Singapura, India dan 1 orang  Australia yang menjadi dosen  Seskoau. Rombongan siswa manca negara yang mengikuti Pendidikan Seskoau Angkatan 55 ini dipimpin oleh Kasi Evaldik Seskoau Letkol Lalu.

Kepala Museum Kolonel Sus Drs. Dede Nasrudin, kepada wartawan mengatakan, Muspusdirla merupakan salah satu tempat untuk menanamkan nilai-nilai luhur sejarah perjuangan bangsa. Khususnya nilai-nilai perjuangan yang dilakukan oleh para pendahulu TNI AU.

Di museum yang menempati areal seluas lebih kurang 5 hektar dengan luas bangunan sekitar 8.765 meter persegi itu, tersimpan 55 pesawat. Ke-55 pesawat itu, terdiri dari berbagai jenis. Baik pesawat angkut, pesawat latih maupun pesawat tempur.

” Di museum yang terkenal dengan sebutan museum pesawat terbang ini, tersimpan pula berbagai koleksi lain seperti Replika Dakota VT-CLA, Meriam Penangkis Serangan Udara, Peluncur Roket, Triple Gun, Peluru Kendali SA-75, Radar Darat Nysa serta berbagai foto yang merekam sejarah dan peran TNI Angkatan Udara, “ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Kolonel Sus Drs. Dede Nasrudin juga mengajak ke Museum Engine dan memaparkan setiap koleksi pesawat.

Kepada Pasis Seskoau negara sahabat, Kepala Museum juga tidak hanya menceritakan keberanian  elang-elang muda. Namun diceritakan juga  tentang kekuatan udara Indonesia. Pada masa kekuatan udara Indonesia mendapat julukan ”Macan Asia”.

Sebagai salah satu bukti kekuatan udara “Macan Asia”, ditunjukkannya deretan pesawat MIG yang dijajar rapi di ujung selatan Ruang Alutsista.

Usai berkeliling melihat aneka koleksi yang dipamerkan, kunjungan  diakhiri dengan refreshment dan melihat sajian film di Mini Teater Muspusdirla.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here