Pasar malam Gembira ria masih mendapat tempat dihati masyarakat modern

Laporan : Dwi

Kab.Pasaman, Sumbar, metropuncaknews.com – Ditengah gempuran hiburan modern ala kota metropolitan, kehadiran Pasar Malam Solo Ria ternyata masih mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia.

Suara mesin diesel meraung seusai azan Isya berkumandang. Asap hitam dari saluran pembuangan diesel membumbung tinggi seiring berputarnya roda kincir angin atau bianglala berisi 24 sangkar. Langit gelap berganti menjadi gemerlap lampu warna-warni. Tanda pasar malam siap dimulai.

  Salah satu petugas bianglala malam itu mengendalikan mesin diesel dengan dua buah tuas. Satu berfungsi menambah kecepatan, yang satunya lagi untuk menghentikan laju bianglala yang searah putaran jam itu. Ia ditemani rekannya yang menarik karcis lalu memasukkan penumpang ke dalam sangkar. Tak lama satu per satu anak-anak mulai menaiki wahana yang kerap membuat jantung berdebar sekencangnya.

Memanfaatkan lahan terminal milik Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman, tepatnya di Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumbar, kelompok Pasar Malam Solo Ria mencoba menarik antusiasme warga yang mulai menyesaki arena pasar malam itu.

“Kita buka dari jam 19.30 Wib sesudah Sholat Isya sampai jam 11 malam,” ujar Iwan ditemui di lokasi Pasar malam (17/12/18).

Sebagai tempat hiburan bagi rakyat menengah ke bawah, Pasar Malam Solo Ria ini akan ada menjelang akhir tahun 2018 dalam rangka menyambut liburan serta tahun baru.

Di Pasar Malam Solo Ria ini menyajikan berbagai wahana bermain dengan harga terjangkau. Pengelola Pasar Malam Solo Ria menyediakan sekurangnya 9 wahana bermain. Persis dengan pasar malam yang ada dalam benak anak-anak era 80-an dan 90-an yang belum tersentuh gawai.

Utamanya kincir angin atau komidi putar. Sisanya ada Helicap capung,kapal perahu, untang anting, mandi bola, kereta mini, tong setan yang mana nantinya pengunjung akan di suguhi permainan oleh para pembalap pembalap profesional di dalam satu wadah yang dinamakan tong setan dan semua jenis hiburan permainan itu harga tiketnya di banderol Rp 10.000 saja.

Menurut Iwan , Gembira Ria Solo biasa berkeliling di Pulau Sumatera. Mulai dari Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi dan saat ini di Sumatera Barat.

Pantauan Japos.co dilapangan, pengunjung tumpah ruah memenuhi lokasi tersebut. Bahkan semakin malam, pasar ini justru makin disesaki pengunjung. Tidak hanya anak-anak, para remaja dan muda-mudi ikut menikmati wahana atau sekadar cuci mata sambil jalan-jalan.

Selain sarana hiburan,di Pasar Malam Solo Ria ini terdapat juga berbagai macam aneka kuliner yang dijajakan, salah satunya harum manis.

Salah seorang pengunjung bernama Alfian (38) menyampaikan kehadiran pasar malam di terminal Panti ini cukup menghibur masyarakat terutama anak sekolah yang sedang libur.

Rina (58) yang juga datang untuk menghabiskan malam di tempat itu mengatakan biaya masuk untuk setiap permainan cukup terjangkau, hanya membawa Rp 40.000 untuk memanjakan dua cucunya bermain di wahana pasar malam.

“Kehadiran pasar malam sangat membantu menghilangkan rasa suntuk dan jenuh apalagi jika cucu saya ingin bermain. Setiap ada pasar malam, saya selalu bawa cucu saya. Selain murah meriah, ada lumayan banyak wahana yang bisa dicoba,” ungkap Rina.

Selain permainan anak-anak, keberadaan pasar malam juga menjadi ajang berjualan bagi pedagang busana, pernak pernik dan penjual jajanan tradisional. Mulai dari baso tahu, harum manis,gorengan, dan beraneka minuman lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here