Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Hadi Muhidin, SE dan Ir. Dedy Suryadi pasangan independen HaDe euy, secara resmi menyerahkan persyaratan ke KPUD Kabupaten Cianjur, Minggu (23/2). Persyaratan itu diserahkan untuk turut serta dalam pesta demokrasi Pemilihan Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Cianjur, yang akan digelar pada Minggu 23 September 2020, .

Keikut sertaan tersebut diambilnya dari jalur nonpartai atau jalur independen. Sebagai bukti keseriusannya, pasangan independen ini telah menyerahkan semua persyaratan untuk keikut sertaan dalam Pilkada tersebut.

Ada pun persyaratan yang telah diserahkan antara lain jumlah pendukung sebanyak 111.685. Pendukungnya itu tersebar di 32 kecamatan yang ada di Kabupaten Cianjur. Jadi secara jumlah pasangan ini menilai telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia nomor 18 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 3 tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota (jumlah dukungan 6,5% dari DPT yakni 108.354 dan tersebar minimal di 17 Kecamatan).

Diharapkannya, dalam proses verifikasi yang harus dilalui, pasangan Hade Euy dapat memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupatu oleh KPUD Kabupaten Cianjur.

“ Kami berdua sesungguhnya merasa berat harus mengemban tugas ini. Mengingat kami bukanlah siapa-siapa dalam percaturan politik di Cianjur,” ujarnya merendah.

Pasangan Hade ini menambahkan, pihaknya hanyalah orang-orang biasa, yang bergaul dengan orang-orang biasa pula.  Kehidupan pun sehari-hari pun seperti juga warga biasa Cianjur lainnya. Yaitu  mempertahankan hidup dengan berdagang, bertani, berternak, bekerja serabutan dan sebagainya.

Namun, lanjutnya, ada keinginan yang kuat untuk berpartisipasi dalam Pilkada Cianjur mendatang. Keinginan tersebut kian hari kian ringan setelah makin hari makin banyak warga biasa Cianjur yang memberi support kepada pihanya. Mereka tanpa pamrih memberikan dukungan berupa fotocopy KTP, bahkan material seperti satu rim kertas fotocopy, beras 2 kg, gula pasir 1 kg, kopi 1 set, singkong, buah sukun, dan sebagainya.

Hal itu dilakukan warga, imbuhnya, mengingat status pasangan Hade sebagai orang biasa saja. Karena itu, masih kata pasangan Hade, pihaknya pun dalam menjalankan kegiatan untuk mengikuti proses Pilkada ini dilakukan sebagaimana orang biasa. Bekerja, tanpa gembar-gembor, tanpa promosi tapi bergotong royong. “ Orang lain mungkin menyebutnya sebagai kerja diam-diam. Tapi, sesungguhnya hal yang wajar saja dilakukan oleh orang biasa,” kilahnya.

Dari kegotongroyongan itulah, pasangan HaDe euy mendapatkan masukan yang amat berharga. Berbekal doa dan dukungan tersebut, Hade bertekad untuk menjadi wakil suara rakyat biasa Cianjur. Masukan itu adalah bahwa rakyat rindu untuk disertakan dalam setiap pengambilan keputusan yg terkait dengan kehidupan mereka. Rakyat bukan hanya ingin didengar, tapi juga ingin terlibat.

Rakyat ingin SUGIH MUKTI, dengan cara yang ditentukannya. Rakyat ingin sugih yang berarti tertanam jiwa tanpa pamrih dan mukti terpancar jiwa memegang janji, dengan cara dan kekuatan mereka sendiri. Bukan dari perintah atau petunjuk pejabat yang selama ini terbukti tidak sesuai dengan keinginan rakyat.

“ Karena itulah, kami HaDe euy, akan menjadi fasilitator atau teman sejalan rakyat Cianjur untuk mencapai SUGIH MUKTI. Insyaallah, kelak rakyat Cianjur akan jauh lebih makmur, bahagia, dan makin bangga sebagai orang Cianjur,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here