Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Para peternak bebek lokal yang berada di Desa Hegarmanah Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, mengeluh. Pasalnya, harga bebek per ekor dengan berat daging 1,4 kg seharga Rp 20  ribu. Sedangkan sebelumnya seharga Rp. 30 sampai Rp. 3,5 ribu.

Seperti yang dialami  warga Kampung Pasir Jengkol RT 06/03, Desa Hegarmanah Tukijo (54) mengatakan,  usaha ternak bebek lokal kurang lebih sudah 7 tahun. Hasil penjualannya cukup memuaskan, hingga mampu membiayai kuliah anaknya.

Namun pada satu tahun yang lalu tepatnya saat pandemi Covid 19 muncul di Indonesia. Usaha  ternak bebeknya berangsur merosot. Biasanya tiap 40 hari sekali rutin menjual bebek sebanyak 500 ekor, dengan harga perekornya Rp 30 sampai Rp. 35 ribu.

Lebih para lagi, setelah diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Usaha ternak bebek semakin merugi dan besar kemungkinan usaha ternak bebek akan gulung tukar. “ Karena kebutuhan produksi dengan harga pakan  tidak seimbang,” ujarnya.  

Sementara itu, Kasi Trantib Desa Hergamanah, Herli (50) menambahkan, warga Desa Hegarmanah, hampir di setiap kampung  usahanya ngurus  bebek. Seperti di Kampung  Pasir Jengkol, Kubang Mareme, Bundar, Pasir Manyar, Pasir Panglar, Rahong dan kampung lainnya. Ternak bebek tersebut hampir membudaya.

Para peternak bebek cukup varetif. Seperti ternak bebek yang dijual telurnya atau dagingnya. Selain itu, ada juga yang menjual itiknya yang baru netes. Bahkan ada pula yang memelihara itik baru netes sampai besar baru dijual.

“ Namun mulai dari tahun lalu satu persatu gulung tikar karena tiap bulannya merugi, itu sebagai dampak dari adanya pandemi Covid 19,”ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here