Bantuan dari dari Prajurit, PNS, Anggota Persit Kartika Chandra Kirana serta Pengurus Daerah Kodam III/Siliwangi .untuk korban gempa dan tsunami di Sulteng

Laporan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan,SH, M.Tr(Han), memimpin apel pemberangkatan bantuan untuk korban bencana Palu, Sigi, dan Donggala, Apel tersebut, dilaksanakan  di Makodam III/Slw, Rabu (24/10).

Pangdam mengatakan, bantuan tersebut diperoleh dari  Prajurit, PNS, Anggota Persit Kartika Chandra Kirana serta Pengurus Daerah Kodam III/Siliwangi .

Bantuan Kemanusian dari jajaran Kodam III/Siliwangi tersebut,  diserahkan secara simbolik berupa uang tunai sebesar Rp.600 Juta, beras sebanyak  6.878 Kg, 1495 Dus Mie Instan, 100 buah selimut, 100 pasang sepatu, 11 buah terpal, dan Paket Sembako serta kebutuhan anak balita.

Pangdam III/Siliwangi memberikan apresiasi kepada semua yang terkait dalam upaya memberikan bantuan kepada “saudara-saudara yang terkecana bencana”.

Dalam kesempatan tersebut Besar Harto mengingatkan, pada masyarakat Indonesia untuk mengantisipasi dan mewaspadai kemungkinan-kemungkinan terjadi bencana. Termasuk juga di Jawa Barat.

Pangdam menyebutkan, bumi sedang bergejolak dan bumi mengalami perubahan-perubahan. Seperti terjadinya gempa di Lombok, termasuk juga kejadian di Palu Sulawesi Tengah.

“ Bukan hanya gempa, tapi berdampak pada tsunami serta pergesaran-pergeseran lempeng, dan kejadian tersebut bisa saja terjadi di wilayah kita di Jawa Barat,” jelas Pangdam.

Karena potensi bencana di wilayah Jabar juga  cukup tinggi. Diantaranya bencana tanah longsor, banjir, angin puting beliung dan kemungkinan bisa terjadi gempa, urai Pangdam.

Masyarakat harus bisa mengantisipasi apabila bencana tersebut terjadi, “ Saya perintahkan kepada para Komandan Persatuan, untuk menggladikan dan mengingatkan, baik di instansi maupun lingkungan keluarga,” kata Pangdam.

Apabila terjadi bencana, apa yang harus dilakukan dan harus berbuat apa. Pertama mencari tempat perlindungan dan menghindari kemungkinan bahaya dan ancaman.

“ Upaya tersebut perlu dilatihkan pada masyarakat. Hingga bila terjadi bencana tidak akan panik lagi,” pungkasnya. (Sumber :  Pendam III/Siliwangi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here