Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han)

 

Laoran : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) mengingatkan, agar masyarakat semua untuk siap mengantisipasi dan mewaspadai kemungkinan – kemungkinan terjadi bencana di daerahnya masing-masing.

Hal itu dikatakan Pangdam III/Siliwangi saat menyerahkan dan melepas keberangkatan bantuan untuk korban bencana alam Palu Sulawesi Tengah. Acara tersebut dilaksanakan di Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh Bandung. Rabu (25/10).

Pangdam menjelaskan, saat ini bumi sedang bergejolak dan bumi mengalami perubahan-perubahan. Beberapa waktu lalu terjadi gempa di Lombok berlanjut dibeberapa tempat bahkan yang paling parah adalah kejadian di Palu Sulawesi Tengah. Bukan hanya gempa tetapi berdampak tsunami bahkan terjadi pergeseran – pergeseran lempeng bumi.

“ Kejadian serupa tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di wilayah kita, potensi bencana diwilayah kita cukup tinggi diantaranya bencana tanah longsor, bencana banjir dan bencana angin puting beliung bahkan kemungkinan bisa terjadi bencana gempa karena wilayah kita juga berada dekat dengan lempeng yang mungkin bisa saja terjadi,“  ungkap Pangdam.

Selanjutnya Pangdam mengajak berdoa dengan harapan, hal itu tidak terjadi dan kita siap mengantisipasi apabila itu terjadi. Untuk itu Pangdam telah memerintahkan pada para komandan satuan untuk menggeladikan dan mengingatkan baik itu diinstansi maupun dilingkungan keluarga. Apabila terjadi bencana apa yang harus dilakukan, apa berbuat apa, dimana kita harus berlindung, dimana kita harus menghindari kemungkinan – kemungkinan bahaya dan ancaman.

” Hal ini perlu diingatkan, perlu dilatihkan, sehingga apabila itu terjadi kita tidak panik karena kepanikan inilah yang banyak menimbulkan korban,”  jelas Pangdam.

Kalau itu bisa diantisipasi lebih awal apabila terjadi kita sudah siap. Kita sudah tahu kemana kita harus berlindung. Kita harus tahu kemana kita harus keluar dari mana arah yang aman baik itu di daerah perkantoran ataupun disekitar rumah kita sendiri maupun ditempat-tempat lain.

Pangdam menambahkan, tehnik-tehnik bagaimana penyelamatan perlu diingatkan. Perlu diajarkan dan perlu diberi tahu. Salah satu bagaimana kita menghindarinya yaitu berlindung.

Ada contoh-contoh yang mungkin perlu dievaluasi pada masa lalu, lanjut Pangdam. Yaitu apabila terjadi gempa kita bersembunyi dibawah meja atau dibawah kasur misalnya. Ini justru ada dampak- dampak kerawanan kalau kita berada dibawahnya.

Justru yang paling aman kita mencari titik ruang kosong penyelamatan. Contoh lain, disitu ada meja dan disitu ada kursi berlindunglah kita disebelah meja atau merapat disebelah kursi, atau disitu ada tempat tidur ada sela ruang kosong diantara tempat tidur maka berlindunglah kita disela-sela tempat tidur dan tembok.

” Mencari penyangga-penyangga utama seperti tiang-tiang pancang utama merapat kita ditiang pancang utama duduk saja dipojokannya disitu akan memberikan keamanan dan keselamatan bagi kita karena apabila terjadi runtuhan menimpa pasti kita tidak tertimpa karena tertahan oleh ruang sudut dimana kita berlindung,” ujarnya menegaskan.

2 KOMENTAR

  1. Ahaa, its good discussion concerning this paragraph at this place at
    this weblog, I have read all that, so at this time me also
    commenting here. Ahaa, its pleasant dialogue regarding this
    piece of writing here at this website, I have read all that, so now me also commenting here.

    What’s up, just wanted to mention, I loved this blog
    post. It was helpful. Keep on posting! http://www.cspan.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here